Ntvnews.id, Boyolali -Suasana Desa Selo, Kabupaten Boyolali, terasa sejuk. Pada siang hari, kabut mulai turun menyelimuti rumah-rumah serta kebun sayur di desa yang terletak di kaki Gunung Merbabu tersebut.
Namun, udara dingin itu tidak menjadi hambatan bagi Surono (46), seorang petani sayur asal Desa Senden, untuk mencari nafkah.
Di salah satu sudut ruangan, ia terlihat sibuk membersihkan dan mengemas kembang kol segar hasil kebunnya.
jSetelahnya, ia mengupas bawang merah dan mengemasnya. Seluruh sayur-mayur itu biasanya ia salurkan ke Pasar Cepogo, Kabupaten Boyolali.
Baca Juga: Dari Kebun ke Dapur, Petani Sayur Boyolali Temukan Harapan Baru Lewat MBG
"Saya dari kecil sudah berkebun. Menanam macam-macam, ada brokoli, kol putih, bawang merah, kubis, daun bawang, hingga selada yang biasanya dijual di pasar," ujarnya, dikutip Minggu (5/4).
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, ia mengaku sering kebanjiran pesanan.
Surono mengatakan bahwa belakangan ia menyalurkan hasil kebunnya dalam jumlah besar untuk kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menyebut pesanan tersebut meningkat signifikan. Bahkan, pada satu waktu, ia sempat menerima permintaan sayur-mayur hingga 3 kuintal.
Namun, ia mengaku belum mampu memenuhi seluruh permintaan tersebut karena jumlahnya cukup besar.
"Jadi saya paling mengirim selada, paling sekitar 40 kilogram (kg). Kalau selada keriting paling tidak (dikirim) sebanyak satu pikulan," imbuh dia.
Kendati belum dapat memenuhi seluruh permintaan, Surono tetap merasa gembira.
Pasalnya, ia kini memperoleh pendapatan yang lebih besar.
Baca Juga: Pemerintah Percepat Penyempurnaan Program MBG, Ribuan Dapur Disuspensi
Selain itu, harga jual yang diterima juga lebih baik dibandingkan sebelum program MBG bergulir.
Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran MBG dan berharap program tersebut dapat terus berlanjut.
Bagi Surono, program MBG memberikan kepastian pasar dengan harga jual yang lebih menguntungkan.
Oleh karena itu, ia berharap program MBG dapat terus berkontribusi positif terhadap pendapatannya, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.
"Pak Presiden Prabowo Subianto, saya mengucapkan terima kasih atas program MBG. Saya mengucapkan terima kasih sebab membantu sekali bagi petani," lanjutnya.
Surono (46), seorang petani sayur asal Desa Senden, untuk mencari nafkah. (Istimewa)