Otoritas Gaza Bantah Klaim 602 Truk Bantuan Masuk, Sebut Hanya 207 Unit

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 16:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Warga Palestina, termasuk anak-anak, antre membeli roti di kawasan permukiman Rimal, Kota Gaza, Palestina, 8 April 2026. (ANTARA/Saeed M. M. T. Jaras/Anadolu/pri.) Arsip - Warga Palestina, termasuk anak-anak, antre membeli roti di kawasan permukiman Rimal, Kota Gaza, Palestina, 8 April 2026. (ANTARA/Saeed M. M. T. Jaras/Anadolu/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Kantor media pemerintah di Gaza Strip membantah klaim utusan Dewan Perdamaian (Board of Peace), Nickolay Mladenov, yang menyebut sebanyak 602 truk bantuan telah memasuki wilayah tersebut sehari sebelumnya.

Menurut otoritas Gaza, jumlah tersebut tidak sesuai dengan data di lapangan. Mereka menyatakan hanya 207 truk yang benar-benar masuk, dengan 79 di antaranya membawa bantuan kemanusiaan, sementara sisanya merupakan barang komersial.

Mladenov sebelumnya menulis di platform X bahwa "602 truk memasuki Gaza dengan pasokan penting bagi keluarga yang telah menunggu terlalu lama," seraya menilai hal itu sebagai bentuk perluasan akses bantuan.

Namun, kantor media Gaza menolak pernyataan tersebut dan menyebutnya "tidak benar, tidak akurat, dan tidak kredibel."

Baca Juga: Erdogan Temui Delegasi Hamas di Istanbul, Bahas Perkembangan Situasi Gaza

"Data untuk 9 April menunjukkan hanya 207 truk yang masuk ke Jalur Gaza, termasuk 79 truk bantuan," katanya, seraya menambahkan bahwa sisanya membawa barang komersial.

Lebih lanjut, mereka menilai jumlah bantuan yang masuk masih jauh dari kebutuhan kemanusiaan dan belum mencerminkan adanya peningkatan akses seperti yang diklaim. Bahkan, pelaksanaan protokol kemanusiaan oleh Israel dalam kesepakatan gencatan senjata disebut belum mencapai 38 persen dari total yang disepakati.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa "memutarbalikkan fakta tidak dapat menyembunyikan skala bencana" serta menyerukan intervensi internasional guna melindungi warga sipil di wilayah tersebut.

Baca Juga: BoP Desak Hamas Rampungkan Kesepakatan Demiliterisasi Gaza Pekan Ini

Menurut otoritas Gaza, kesepakatan gencatan senjata mengatur masuknya 600 truk bantuan setiap hari, termasuk 50 truk bahan bakar, namun realisasinya masih jauh dari target.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa pelanggaran gencatan senjata sejak 10 Oktober 2025 telah menyebabkan 736 orang tewas dan 2.035 lainnya terluka hingga 18 Maret.

Sejak konflik meningkat pada Oktober 2023, serangan Israel di Gaza dilaporkan telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina, melukai sekitar 172.000 orang, serta merusak hampir 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close