BoP Desak Hamas Rampungkan Kesepakatan Demiliterisasi Gaza Pekan Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Apr 2026, 12:10
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin dunia yang menandatangani Board of Peace Charter dalam rangkaian World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet) Presiden RI Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin dunia yang menandatangani Board of Peace Charter dalam rangkaian World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet) (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Board of Peace dilaporkan mendorong kelompok Hamas untuk segera menuntaskan rancangan kesepakatan demiliterisasi di Jalur Gaza paling lambat akhir pekan ini. Desakan tersebut muncul di tengah upaya lanjutan untuk meredakan konflik yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Mengutip laporan The New York Times pada Senin, Amerika Serikat menginginkan Hamas menyerahkan hampir seluruh persenjataannya serta memberikan peta lengkap jaringan terowongan bawah tanah di Gaza sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Baca Juga: Wujud Kepedulian Menjelang Waisak, Jandi Mukianto Berdonasi untuk Warga Gaza melalui MER-C

Selain itu, disebutkan bahwa perwakilan dari kedua pihak dijadwalkan bertemu di Mesir pada Selasa guna merampungkan rincian kesepakatan demiliterisasi. Namun, waktu pertemuan tersebut masih berpotensi mengalami perubahan.

Sebelumnya, pada November lalu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengesahkan Resolusi 2803 yang menyetujui pelaksanaan rencana perdamaian Gaza yang disepakati antara Hamas dan Israel pada Oktober 2025.

Pada pertengahan Januari, utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yakni Steve Witkoff, mengumumkan dimulainya tahap kedua dari rencana perdamaian tersebut.

Tahap lanjutan itu mencakup penarikan pasukan Israel dari Gaza, penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), serta pembentukan struktur pemerintahan baru di wilayah tersebut yang berada di bawah kendali BoP yang dipimpin Trump.

Baca Juga: Erdogan Temui Delegasi Hamas di Istanbul, Bahas Perkembangan Situasi Gaza

Trump sendiri mengumumkan pembentukan BoP pada Januari dan mengundang sekitar 50 negara untuk bergabung. Pertemuan perdana organisasi tersebut berlangsung di Washington pada 19 Januari dengan dihadiri perwakilan dari 20 negara.

Meski proses transisi menuju tahap kedua rencana perdamaian terus berjalan, bentrokan antara kelompok pejuang Palestina dan pasukan Israel dilaporkan masih terjadi di Jalur Gaza hingga saat ini.

(Sumber: Antara)

x|close