Serangan Drone Israel Hantam Lebanon Saat Gencatan Senjata, 1 Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Apr 2026, 11:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Israel (kiri) dan Bendera Lebanon menandai gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. (ANTARA/Anadolu Ajensi/pri) Ilustrasi - Bendera Israel (kiri) dan Bendera Lebanon menandai gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. (ANTARA/Anadolu Ajensi/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Israel melancarkan serangan drone yang menghantam wilayah Bekaa di Lebanon pada Rabu, 22 April 2026, waktu setempat, meskipun gencatan senjata masih berlaku antara Tel Aviv dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Akibat serangan tersebut, sedikitnya satu orang dilaporkan tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Serangan udara ini terjadi sehari setelah ketegangan meningkat, menyusul aksi militer dari Hizbullah yang menyerang wilayah utara Israel pada Selasa, 21 April 2026 waktu setempat.

Dilansir dari AFP, Kamis, 23 Apeil 2026, melaporkan bahwa drone Israel mengenai kawasan pinggiran al-Jabour di Bekaa Barat.

"Satu orang tewas dan dua orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang dilancarkan oleh sebuah drone musuh pada subuh di pinggiran al-Jabour di Bekaa Barat," demikian laporan NNA.

Baca Juga: Polisi Bongkar Penjualan Perangkat Phising, Bikin Korban Rugi Rp350 M

Sehari sebelumnya, Hizbullah menyatakan bahwa mereka telah meluncurkan roket serta drone ke sebuah lokasi di wilayah utara Israel pada Selasa malam, 21 April 2026, sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.

Kelompok tersebut menuduh Israel melakukan pelanggaran secara terang-terangan, termasuk serangan terhadap warga sipil dan penghancuran rumah serta desa-desa mereka di Lebanon. Hizbullah menyebut aksi militernya dilakukan untuk membela Lebanon dan rakyatnya, dengan klaim bahwa target mereka adalah sumber tembakan artileri Israel.

Sementara itu, militer Israel menyebut Hizbullah meluncurkan beberapa roket ke arah pasukannya di Lebanon selatan, dan Israel kemudian membalas dengan menyerang peluncur roket tersebut.

Orang-orang terlihat di jalan-jalan wilayah Dahieh setelah dimulainya gencatan senjata sementara selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada 17 April 2026 di Beirut, Lebanon. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri. <b>(Antara)</b> Orang-orang terlihat di jalan-jalan wilayah Dahieh setelah dimulainya gencatan senjata sementara selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada 17 April 2026 di Beirut, Lebanon. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri. (Antara)

NNA juga melaporkan adanya tembakan artileri serta aktivitas penghancuran oleh pasukan Israel di sejumlah kota di Lebanon bagian selatan yang saat ini berada di bawah kendali militer Tel Aviv.

Ketegangan di kawasan ini meningkat sejak awal Maret, ketika Lebanon terseret dalam eskalasi konflik setelah serangan Hizbullah ke wilayah Israel. Sejak itu, serangan udara Israel disebut telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi, sementara Israel juga mengerahkan pasukan darat ke wilayah selatan dekat perbatasan.

Gencatan senjata selama 10 hari yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku sejak Jumat, 17 April 2026, Namun, kehadiran militer Israel di Lebanon selatan masih berlanjut, dengan pernyataan Menteri Pertahanan Israel, Katz, yang menegaskan bahwa Tel Aviv siap menggunakan kekuatan penuh jika merasa terancam.

x|close