Ntvnews.id, Istanbul - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa pemimpin Israel dan Lebanon akan melakukan pertemuan langsung pada Kamis, 16 April 2026 menandai dialog pertama dalam lebih dari tiga dekade terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Rabu malam, 15 April 2026 waktu AS, di mana ia menyoroti upaya meredakan ketegangan antara kedua negara.
"Mencoba untuk mendapatkan sedikit ruang bernapas antara Israel dan Lebanon. Sudah lama sekali sejak kedua pemimpin itu berbicara, sekitar 34 tahun. Itu akan terjadi besok," kata Trump.
Baca Juga: Lebanon dan Israel Gelar Negosiasi Langsung Perdana sejak 1993 di Washington
Rencana pertemuan ini muncul setelah pertemuan diplomatik di Departemen Luar Negeri AS pada Selasa, 14 April 2026, yang mempertemukan Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh dan Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Selain kedua duta besar, hadir pula sejumlah pejabat penting, termasuk Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa, penasihat Deplu AS Michael Needham, serta Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz. Sementara itu, kelompok Hezbollah tidak dilibatkan dalam pertemuan tersebut.
Sebelumnya, Trump juga mengungkapkan bahwa ia telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menurunkan intensitas serangan terhadap Lebanon. Menurut Trump, pihak Israel menyatakan akan "mengurangi" operasi militernya.
Baca Juga: Trump Umumkan Buka Selat Hormuz Permanen untuk China dan Dunia
Meski demikian, situasi di kawasan masih memanas. Israel dilaporkan terus melancarkan serangan di wilayah selatan Lebanon setelah serangan lintas batas oleh Hezbollah pada 2 Maret, meskipun kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata sejak November 2024.
Otoritas kesehatan Lebanon melaporkan dampak besar dari konflik tersebut, dengan lebih dari 2.000 korban jiwa serta lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi sejak Maret.
(Sumber: Antara)
Arsip - Kendaraan militer dan tank Israel ditempatkan di dekat perbatasan Lebanon di Israel utara pada Sabtu (14/3/2026). (ANTARA/Tsafrir Abayov/Anadolu/pri) (Antara)