Israel Siapkan Serangan Lanjutan ke Lebanon dan Iran di Tengah Isu Perundingan AS-Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Apr 2026, 06:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Rudal melintas di atas Yerusalem saat Iran menyerang Israel, Jumat (13/6/2025). (ANTARA/Xinhua/Chen Junqing) Rudal melintas di atas Yerusalem saat Iran menyerang Israel, Jumat (13/6/2025). (ANTARA/Xinhua/Chen Junqing) (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyepakati rencana untuk meneruskan operasi militer terhadap Lebanon dan Iran. Ia menuturkan bahwa Israel bersama Amerika Serikat telah menggempur Iran secara intens, termasuk melemahkan sistem pertahanannya.

"Sekarang kita tidak boleh membiarkan mereka mencapai prestasi apa pun dalam masalah nuklir, di Hormuz, dan dalam masalah lain yang sedang dibahas," ujar Eyal dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 16 April 2026.

Eyal juga menyatakan keyakinannya dalam menghadapi Lebanon dan Iran, dengan menyebut pihaknya siap melancarkan serangan besar dalam waktu dekat.

"Kita tahu bagaimana cara mengacaukan mereka untuk serangan dahsyat yang segera," imbuhnya.

Terkait Lebanon, Zamir menjelaskan bahwa operasi militer Israel di wilayah selatan negara tersebut masih berlangsung. Ia mengklaim pasukannya telah menguasai sejumlah area strategis sekaligus menyingkirkan ancaman bagi permukiman di wilayah utara Israel.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Milik Bersama, 97% Keuntungan Dibagikan untuk Masyarakat Desa

"Kami merebut dan membersihkan area-area penting dan menghilangkan ancaman dari permukiman di utara," katanya.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Iran disebut berpeluang kembali melanjutkan perundingan di Islamabad, Pakistan, dalam waktu dekat. Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan adanya perkembangan penting dalam beberapa hari ke depan terkait rencana tersebut.

"Anda sebaiknya tetap di sana, sungguh, karena sesuatu mungkin terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk pergi ke sana," ujar Trump kepada seorang reporter New York Post yang sedang bertugas di Islamabad.

"Itu lebih mungkin terjadi, Anda tahu kenapa? Karena sang marsekal lapangan melakukan pekerjaan yang luar biasa," ujarnya.

Ilustrasi - Serangan rudal Iran ke Israel. ANTARA/Anadolu/py. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Serangan rudal Iran ke Israel. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Trump merujuk pada Marsekal Lapangan Pakistan, Jenderal Asim Munir, dan memuji perannya sebagai "fantastis". Sementara itu, opsi Jenewa sebagai lokasi alternatif pembicaraan tampak tidak menjadi prioritas bagi Trump.

"Mengapa kita harus pergi ke negara yang tidak ada hubungannya dengan hal ini?" kata Trump.

Baca Juga: Dari Memulung ke Sekolah Rakyat, Fikri Temukan Lagi Senyum dan Harapan Baru

Meski demikian, Trump belum mengungkap siapa yang akan mewakili Amerika Serikat dalam putaran negosiasi berikutnya. Sebelumnya, Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS dalam pembicaraan di Pakistan akhir pekan lalu, namun belum menghasilkan kesepakatan.

Trump juga menegaskan ketidaksetujuannya terhadap wacana penghentian pengayaan uranium Iran selama 20 tahun, sebagaimana disebut dalam laporan CNN International sebagai salah satu usulan negosiator AS.

"Saya telah mengatakan bahwa mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," kata Trump kepada New York Post.

"Jadi, saya tidak suka (jangka waktu) 20 tahun itu." pungkasnya.

x|close