Iran Sindir Trump soal Blokade Hormuz: Bukan Media Sosial

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Apr 2026, 05:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip - Foto udara menunjukkan Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) Arsip - Foto udara menunjukkan Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, melontarkan sindiran terhadap langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berupaya memblokade jalur vital perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz.

Melalui akun resmi @IraninHyderabad, perwakilan Iran tersebut membandingkan kebijakan Trump dengan mekanisme di media sosial, menyiratkan bahwa langkah tersebut tidak realistis dalam konteks geopolitik.

"Selat Hormuz bukan media sosial. Jika seseorang memblokir Anda, Anda tak bisa hanya memblokir balik mereka," demikian unggahan akun tersebut pada Selasa, 14 April 2026.

Kedutaan Besar dan Konsulat Iran diketahui kerap mengunggah konten bernada sindiran terhadap Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, terutama setelah serangan militer yang dilakukan terhadap Iran.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penerapan blokade di Selat Hormuz setelah perundingan dengan Iran di Pakistan menemui jalan buntu.

Baca Juga: Iran Kritik Blokade AS di Selat Hormuz, Soroti Dampak ke Perdagangan Global

Tak hanya itu, Trump juga menyatakan akan menghancurkan kapal-kapal serang cepat milik Iran. Kebijakan blokade tersebut mulai diberlakukan sejak Senin pukul 09.00 waktu setempat.

"Peringatan: jika ada kapal-kapal ini yang mendekati BLOKADE kita, mereka akan segera DIHAPUS, menggunakan sistem pembunuhan yang sama yang kita gunakan terhadap para pengedar narkoba di kapal-kapal di laut," kata Trump.

Pihak Amerika Serikat mengklaim blokade efektif dimulai sejak Senin, 13 April 2026 malam WIB. Namun demikian, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut tampaknya masih berlangsung.

Tercatat, tiga kapal tanker yang berkaitan dengan Iran masih keluar masuk wilayah Teluk Persia melalui Selat Hormuz hingga Selasa, 14 April 2026.

Berdasarkan data pelayaran LSEG, sebuah kapal tanker ketiga yang terafiliasi dengan Iran bahkan dilaporkan memasuki kawasan Teluk melalui selat tersebut pada siang hari waktu setempat.

Arsip foto - Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa.) <b>(Antara)</b> Arsip foto - Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa.) (Antara)

Mengutip Al Jazeera, kapal berbendera Panama bernama Peace Gulf diketahui tengah berlayar menuju pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab.

Sebelumnya, dua kapal tanker lain yang juga masuk daftar sanksi Amerika Serikat tetap dapat melintasi jalur strategis yang mengalirkan sekitar 20 hingga 25 persen pasokan minyak dunia tersebut.

Ketiga kapal yang masih beroperasi di Selat Hormuz itu diduga tidak menuju pelabuhan Iran, sehingga tidak terdampak langsung oleh kebijakan blokade Washington.

Baca Juga: IRGC Peringatkan Tak Ada Pelabuhan yang Aman Setelah AS Blokade Selat Hormuz

Data Kpler menunjukkan kapal tanker jenis handy bernama Murlikishan dijadwalkan menuju Irak untuk memuat bahan bakar minyak pada 16 April. Kapal ini sebelumnya dikenal sebagai MKA dan pernah mengangkut minyak dari Rusia serta Iran.

Sementara itu, berdasarkan data LSEG dan Kpler, kapal tanker lain yang juga dikenai sanksi, Rich Starry, tercatat sebagai kapal pertama yang melintasi Selat Hormuz sekaligus keluar dari kawasan Teluk sejak blokade diberlakukan.

x|close