Iran Sebut Tuntutan AS Gagalkan Kesepakatan Damai di Islamabad

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Apr 2026, 08:55
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi. (ANTARA/Xinhua) Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi. (ANTARA/Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan bahwa tuntutan berlebihan serta ancaman blokade dari Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menjadi penyebab gagalnya kesepakatan dalam perundingan damai terbaru antara Teheran dan Washington yang berlangsung di Islamabad, Pakistan.

Dalam unggahannya di media sosial X pada Senin (13 April 2026) pagi waktu setempat, Araghchi mengungkapkan bahwa kedua negara sebenarnya hampir mencapai kesepakatan untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah melakukan negosiasi intensif di Islamabad pada Sabtu (11 April 2026).

Baca Juga: Trump Kecam Paus Leo XIV Usai Kritik Kebijakan AS di Iran

"Dalam pembicaraan intensif di tingkat tertinggi dalam 47 tahun, Iran terlibat dengan AS dengan iktikad baik untuk mengakhiri perang. Namun, ketika hanya tinggal selangkah lagi dari 'MoU Islamabad', kami justru menghadapi maksimalisme, tuntutan yang berubah-ubah, dan blokade. Tidak ada pelajaran yang dipetik. Niat baik akan dibalas dengan niat baik. Permusuhan akan melahirkan permusuhan," ujar dia.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons kegagalan perundingan tersebut dengan menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Minggu (12 April 2026).

Baca Juga: Inggris Tolak Ikut Blokade AS di Selat Hormuz, Kenapa?

Menanggapi hal itu, Komandan Angkatan Laut Iran Shahram Irani menyebut ancaman blokade tersebut sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.

Ia menegaskan bahwa pihaknya terus memantau setiap pergerakan militer AS di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran juga mengeluarkan pernyataan tegas bahwa setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz dengan alasan apa pun akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak secara tegas.

( Sumber: Antara)

x|close