Ntvnews.id, New York - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan akan memberlakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang keluar dan masuk pelabuhan Iran mulai Senin. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.
Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menegaskan bahwa pelaksanaan blokade akan dimulai pada 13 April pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB. Kebijakan tersebut menyasar seluruh aktivitas pelayaran yang terhubung dengan pelabuhan-pelabuhan Iran.
Baca Juga: Perundingan Iran dan Amerika sela a 25 Jam Tapi Tanpa Hasil
"Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) akan mulai menerapkan blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada 13 April, pukul 10.00 pagi ET (14.00 GMT), sesuai dengan proklamasi Presiden (Donald Trump)," kata komando tersebut dalam sebuah pernyataan.
Lebih lanjut, CENTCOM menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku untuk kapal dari berbagai negara yang beraktivitas di wilayah pesisir Iran, termasuk pelabuhan yang berada di kawasan Teluk Arab dan Teluk Oman.
Baca Juga: Iran Ancam Tutup Laut Merah Jika Amerika Blokade Kapal Tankernya di Selat Hormuz
Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa kebebasan navigasi di Selat Hormuz tetap dijaga bagi kapal-kapal yang tidak berhubungan dengan pelabuhan Iran.
"Pasukan CENTCOM tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dengan rute pelabuhan non-Iran," demikian pernyataan CENTCOM.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Arsip foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa) (Antara)