Ntvnews.id,
Dalam pernyataannya pada Minggu, 12 April 2026, Aref menyoroti pentingnya persatuan nasional yang dinilainya semakin kuat dan menjadi fondasi utama dalam memperjuangkan kepentingan negara.
“Dari kekuatan di Selat Hormuz hingga menuntut kompensasi, kami tetap teguh pada hak-hak rakyat. Ini adalah komitmen kami untuk Iran yang kuat,” ujarnya.
Baca Juga: Hampir 70 Persen Warga AS Khawatir Konflik dengan Iran
Ia menambahkan bahwa Iran akan terus menjaga hak-haknya sambil tetap menempuh jalur diplomasi serta pendekatan nasional.
Delegasi Iran dan Amerika Serikat diketahui telah mengakhiri putaran terbaru perundingan di Islamabad pada Sabtu, 11 April 2026, tanpa menghasilkan kesepakatan.
Negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan tersebut berlangsung melalui sejumlah putaran diskusi dan pertukaran usulan, namun belum mampu menghasilkan terobosan berarti.
Baca Juga: Trump Ngamuk, Turunkan Angkatan Laut Buat Cegat Kapal Keluar Masuk Selat Hormuz
Kedua pihak meninggalkan Islamabad dengan sejumlah perbedaan mendasar yang masih belum terselesaikan, meskipun sinyal untuk melanjutkan upaya diplomatik tetap terbuka.
Perundingan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menghentikan konflik terkait penyerbuan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, di tengah gencatan senjata dua pekan yang masih rapuh dan baru dimediasi sebelumnya.
(Sumber: Antara)
Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)