Freeport Fokus Operasional Aman di Tengah Gejolak Harga Minyak Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 17:05
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (2/4/2026). ANTARA/Rio Feisal/am. Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (2/4/2026). ANTARA/Rio Feisal/am. (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas menegaskan perusahaan tetap fokus pada penguatan operasional tambang yang aman dan berkelanjutan di tengah dinamika geopolitik serta fluktuasi harga minyak dunia akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

“Iya, jadi kita tetap fokus ke kegiatan produksi. Kita upayakan target 2026 bisa tercapai, tapi yang paling penting adalah dengan cara yang aman, selamat, dan berkelanjutan,” ujar Tony Wenas di Jakarta, Jumat 10 April 2026.

Terkait kenaikan harga energi seperti bahan bakar minyak (BBM) global, ia menyebut perusahaan telah menyiapkan langkah mitigasi dengan menitikberatkan pada aspek yang dapat dikendalikan, terutama operasional di dalam negeri.

Baca Juga: Terpopuler: Kejati DKI Geledah Kantor Kementerian PU, Prabowo Soal Impor BBM

“Kita fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan. Situasi geopolitik memang tidak bisa kita kendalikan. Jadi kita antisipasi dan mitigasi, tapi fokus utama tetap pada operasi tambang yang aman dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia juga mengakui kenaikan harga energi berdampak pada biaya operasional, sehingga perusahaan berupaya menekan biaya seminimal mungkin.

“Ada harga yang naik memang tidak bisa dihindari. Kita berusaha memitigasi dan menekan cost serendah mungkin,” tambah Tony Wenas.

Lebih lanjut, Tony menyampaikan bahwa tingkat produksi tambang pasca-insiden longsor di area Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025 kini telah mencapai sekitar 40 hingga 50 persen.

Baca Juga:Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM dalam 2–3 Tahun

PT Freeport Indonesia menargetkan operasional tambang dapat kembali mendekati 100 persen pada akhir 2026, dan mencapai kapasitas produksi penuh pada awal kuartal 2027.

Menurutnya, berbagai upaya terus dilakukan untuk memastikan operasional berjalan aman dan berkelanjutan, terlepas dari fluktuasi harga komoditas global seperti minyak, emas, maupun tembaga.

“Kita fokus kepada produksi yang selamat, aman, dan berkelanjutan,” tegasnya.

(Sumber: Antara)

x|close