140 Situs Warisan Budaya Iran Rusak Akibat Serangan AS-Israel, Kerugian Capai Rp837 Miliar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 05:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi negara Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) Ilustrasi negara Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Sebanyak 140 situs warisan budaya di 20 provinsi di Iran dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel, dengan estimasi kerugian mencapai USD49 juta atau sekitar Rp837,4 miliar.

Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, menyebut angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring proses evaluasi yang masih berlangsung.

Dilansi dari Antara, Senin, 13 April 2026, Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Iran, Reza Salehi Amiri, mengungkapkan bahwa kerusakan terjadi di berbagai wilayah, dengan dampak paling besar tercatat di ibu kota Teheran yang memiliki 63 situs terdampak.

Selain itu, Provinsi Isfahan melaporkan 23 situs rusak, sementara Golestan mencatat 12 situs terdampak. Amiri menambahkan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan luas terhadap aset budaya di berbagai daerah.

Baca Juga: Iran Bantah Luncurkan Rudal Saat Gencatan Senjata dengan AS

Konflik di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran. Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menyasar Israel serta sejumlah negara di kawasan yang menjadi lokasi aset militer AS.

Iran juga sempat membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz, yang berdampak pada distribusi energi global.

Dalam perkembangan terbaru, Amerika Serikat dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dengan mediasi Pakistan. Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penyelesaian konflik yang telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan luka-luka.

Namun, perundingan lanjutan antara kedua negara di Pakistan pada Sabtu berakhir tanpa kesepakatan keesokan harinya. Delegasi Amerika Serikat yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance pun meninggalkan Pakistan tanpa membawa hasil negosiasi dengan Iran.

x|close