Perundingan Damai Iran-AS Gagal, Wapres Vance: Berita Buruk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Apr 2026, 13:52
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera nasional Amerika Serikat dan Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) Ilustrasi - Bendera nasional Amerika Serikat dan Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perundingan damai Iran-Amerika Serikat (AS) gagal. Ini terjadi usai pembicaraan para pihak selama 21 jam. Iran dan AS melakukan perundingan damai sejak Sabtu, 11 April 2026 sebagai upaya menghentikan perang.

Menurut Wakil Presiden AS JD Vance, tak ada kesepakatan yang tercapai dalam perundingan di Pakistan tersebut. JD Vance menggambarkan kegagalan itu sebagai berita buruk.

"Kabar buruknya adalah kami tak mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu merupakan berita buruk bagi Iran, lebih dari untuk Amerika Serikat," kata JD Vance.

"Jadi kami akan kembali ke AS, tak mencapai kesepakatan. Kami telah menegaskan dengan jelas batas kami, dan apa yang kami ingin akomodir dengan mereka, dan apa yang tak ingin kami akomodir. Kami telah membuatnya jelas, dan mereka memilih tak menerima syarat kami," imbuh dia.

Lebih lanjut, JD Vance memuji Pakistan yang merupakan tuan rumah perundingan yang luar biasa.

"Apa pun hasil dari negosiasi ini, itu bukan karena Pakistan, yang telah melakukan pekerjaan hebat, dan mencoba membantu menjembatani kami dan Iran untuk mencapai kesepakatan," tuturnya.

Menurut Vance, pihaknya telah cukup fleksibel. Tapi hal itu disebut dia tak bisa membuat Iran menerimanya.

"Kami tidak bisa mencapai situasi di mana Iran bersedia menerima persyaratan kami. Saya pikir kami cukup fleksibel, cukup akomodatif," tuturnya.

"Presiden mengatakan kepada kami, ‘kalian datang dengan iktikad baik dan melakukan upaya terbaik untuk mencapai kesepakatan’. Kami melakukan itu, dan sayangnya kami tak mampu mencapai kemajuan apa pun," imbuh Vance, dikutip dari Al-Jazeera. Ia mengeklaim, AS telah memberikan penawaran terakhir dan terbaik kepada Iran.

x|close