Hampir 70 Persen Warga AS Khawatir Konflik dengan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 05:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Hampir 70 persen warga Amerika Serikat mengaku merasa khawatir terhadap konflik yang terjadi antara negaranya dengan Iran, berdasarkan hasil survei YouGov bersama CBS News yang dirilis pada Minggu. 12 April 2026.

Sebanyak 68 persen responden menyatakan khawatir sebagai gambaran perasaan mereka, sementara 57 persen mengaku merasa tertekan, dan 54 persen lainnya menyebut diri mereka marah atas situasi tersebut.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa 59 persen warga menilai konflik tersebut berjalan “agak buruk” atau “sangat buruk” bagi Amerika Serikat, meningkat dua poin dibandingkan hasil survei pada 22 Maret.

Selain itu, sebanyak 62 persen responden menilai Presiden Donald Trump tidak memiliki strategi yang jelas terkait konflik ini. Bahkan, 66 persen menyatakan pemerintah belum memberikan penjelasan yang memadai mengenai tujuan militernya.

Baca Juga: Perundingan Damai Iran-AS Gagal, Wapres Vance: Berita Buruk

Pernyataan Trump di platform Truth Social pada 7 April yang berisi ancaman untuk “menghancurkan peradaban Iran” juga mendapat respons negatif dari publik. Sebanyak 59 persen responden menilai pernyataan tersebut tidak tepat, dengan 47 persen di antaranya menyatakan sangat tidak menyukai pernyataan itu.

Secara keseluruhan, 64 persen warga Amerika Serikat menyatakan tidak menyetujui cara Trump menangani konflik dengan Iran, meningkat dua poin dibanding survei sebelumnya.

Tak hanya itu, 61 persen responden juga memberikan penilaian negatif terhadap kinerja Trump secara umum.

Survei ini dilakukan pada 8 hingga 10 April terhadap 2.387 orang dewasa di Amerika Serikat, dengan margin kesalahan sebesar 2,4 poin persentase.

Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan jatuhnya korban sipil.

TERKINI

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Vietnam

Luar Negeri Senin, 13 Apr 2026 | 06:45 WIB

30 Orang Tewas Terinjak-injak di Situs Warisan Dunia UNESCO Haiti

Luar Negeri Senin, 13 Apr 2026 | 06:15 WIB

China Tawarkan 10 Insentif ke Taiwan, Apa Itu?

Luar Negeri Senin, 13 Apr 2026 | 06:00 WIB

Hampir 70 Persen Warga AS Khawatir Konflik dengan Iran

Luar Negeri Senin, 13 Apr 2026 | 05:45 WIB

Menteri Israel Paksa Masuk Kompleks Al-Aqsa di Tengah Ketegangan

Luar Negeri Senin, 13 Apr 2026 | 05:30 WIB

Putin dan Prabowo Siap Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis

Luar Negeri Senin, 13 Apr 2026 | 05:05 WIB
Load More
x|close