Ntvnews.id, Dubai - Kota Dubai, Uni Emirat Arab, kembali menunjukkan inovasinya dalam bidang arsitektur dan tata kota dengan menghadirkan sistem pendingin udara terintegrasi di jalur pejalan kaki.
Selain dikenal lewat pembangunan gedung futuristik, Dubai kini juga menjadi pelopor dalam teknologi district cooling atau pendinginan distrik, yakni sistem yang mampu mendinginkan satu kawasan kota tanpa memerlukan unit AC di setiap bangunan.
Langkah tersebut dilakukan karena suhu musim panas di negara itu dapat menembus 50 derajat Celsius dan menimbulkan panas ekstrem bagi warga.
Dilansir dari AFP, Jumat, 28 Mei 2026, melalui proyek ambisius seperti Dubai Walk dan Future Loop, pemerintah Dubai membangun jalur pejalan kaki layang yang dilengkapi pendingin udara terintegrasi. Fasilitas itu dirancang agar masyarakat tetap nyaman berjalan kaki meski di tengah suhu panas tinggi.
Salah satu fitur utama proyek tersebut adalah jalur pedestrian tertutup dan sepenuhnya ber-AC dalam proyek Dubai Walk. Mengutip laman Tomorrow, tahap percontohan proyek itu ditargetkan rampung pada 2027.
Baca Juga: Dubai Buka Pantai Khusus Perempuan 24 Jam dengan Sistem Privasi Ketat
Sistem pendingin yang digunakan juga didukung teknologi kecerdasan buatan untuk memantau aliran air menuju dan dari fasilitas pendingin. Selain itu, teknologi penyimpanan energi termal diterapkan guna membantu mengurangi beban listrik saat jam sibuk.
Proyek tersebut turut mencakup pembangunan 110 jembatan penyeberangan dan terowongan bawah tanah untuk memperkuat konektivitas kota. Upaya itu menjadi bagian dari target Dubai meningkatkan mobilitas pejalan kaki dari 13 persen menjadi 25 persen pada 2040.
Nantinya, jalur pedestrian itu akan terdiri atas jalur tepi laut, jalur kota, hingga lintasan pedesaan dan pegunungan. Seluruh area tersebut akan menghubungkan berbagai ikon kota seperti Burj Khalifa dan Museum of the Future.
Di sekitar Museum Masa Depan, pemerintah juga menyiapkan jalur layang futuristik bernama Future Loop yang memungkinkan masyarakat tetap berjalan kaki sepanjang tahun berkat dukungan pendingin udara.
"Ini adalah proyek besar dan diperkirakan akan memakan waktu lebih dari satu dekade untuk direalisasikan. Fase percontohan berlangsung dari tahun 2025-2027, dengan penyelesaian penuh dijadwalkan pada tahun 2040," demikian penjelasan Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum saat proyek tersebut diluncurkan pada 2024 lalu.
Ilustrasi negara Uni Emirat Arab (UAE)./ANTARA/Anadolu/py (Antara)