Ntvnews.id, Jakarta - Sopir truk pengangkut alat berat yang menabrak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, mengungkapkan kronologi insiden tersebut. Andre mengaku saat kejadian dirinya tengah fokus memperhatikan aplikasi peta atau maps karena lokasi tujuan pengiriman sudah semakin dekat.
“Kita tinggal dua kilometer lagi sampai. Kita fokus lihat maps,” kata Andre kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Andre menjelaskan, truk yang dikemudikannya berangkat dari kawasan Summarecon Bogor sekitar pukul 00.00 WIB. Muatan alat berat tersebut dijadwalkan dikirim menuju proyek di kawasan Kejaksaan Agung.
Ia mengaku baru pertama kali melintasi Jalan Kapten Tendean sehingga belum mengetahui kondisi jalur yang dilewati, termasuk keberadaan JPO di lokasi kejadian.
“Baru ini lewat sini. Belum tahu,” ujarnya.
Baca Juga: Purbaya Buka-bukaan Tantangan MBG: Dari Rantai Pasok hingga Kapasitas Logistik
Meski demikian, Andre menegaskan dirinya sudah terbiasa mengemudikan truk pengangkut alat berat. Namun, menurutnya, muatan yang dibawa kali ini memiliki dimensi lebih tinggi dibandingkan muatan yang biasa diangkut.
“Biasa ngangkut seperti ini. Cuma yang ini beda, agak tinggian,” dalihnya.
Selain itu, Andre mengaku tidak melihat adanya pembatas ketinggian atau portal sebelum JPO yang biasanya menjadi penanda bagi kendaraan dengan muatan tinggi.
“Di depan enggak ada palangnya. Biasanya ada penanda ketinggian,” ucap Andre.
Saat peristiwa itu terjadi, Andre tidak seorang diri. Ia mengemudikan truk bersama rekannya, Fajar (25). Keduanya dipastikan selamat dan tidak mengalami luka akibat insiden tersebut.
“Korban enggak ada,” pungkasnya.
Lokasi truk angkut alat berat (crane) tersangkut jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Juli 2026. (Antara)