Ntvnews.id, London - Pemerintah Inggris menegaskan tidak akan terlibat dalam rencana blokade yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Selat Hormuz. Sikap ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan langkah tersebut menyusul kegagalan perundingan damai antara Washington dan Iran di Pakistan.
"Kami terus mendukung kebebasan navigasi dan pembukaan Selat Hormuz, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung ekonomi global dan biaya hidup di dalam negeri," kata juru bicara pemerintah AS, seperti dikutip Sky News dan dilansir Anadolu Agency, Selasa, 14 April 2026.
"Selat Hormuz tidak boleh dikenakan tarif tol," tegas juru bicara pemerintah Inggris.
Lebih lanjut, pihaknya menyebut bahwa Inggris tengah bekerja secara cepat bersama Prancis dan sejumlah mitra lain untuk membentuk koalisi yang bertujuan menjaga kebebasan navigasi di jalur laut strategis tersebut.
Sebelumnya, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz setelah Iran menolak menghentikan ambisi nuklirnya, yang membuat perundingan damai di Pakistan berakhir tanpa hasil.
Baca Juga: Prancis–Inggris Siapkan Misi Multinasional Amankan Selat Hormuz
Dalam pernyataan panjang di media sosialnya, Trump menegaskan tujuan utama AS adalah membersihkan Selat Hormuz dari ranjau laut serta membukanya kembali bagi seluruh aktivitas pelayaran. Ia juga menilai Iran tidak boleh mengambil keuntungan dari kendalinya atas jalur penting tersebut.
"Berlaku efektif segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang Terbaik di Dunia, akan memulai proses BLOKADE semua kapal yang mencoba masuk, atau keluar, dari Selat Hormuz. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan HANCUR LEBUR!" tegas Trump.
Di sisi lain, Iran diketahui membatasi lalu lintas di Selat Hormuz jalur vital bagi distribusi minyak dan gas dunia namun tetap mengizinkan kapal dari negara tertentu yang dianggap bersahabat, seperti China, untuk melintas. Bahkan, muncul laporan yang belum terverifikasi bahwa Teheran berencana memberlakukan tarif tol di kawasan tersebut.
Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)
"INI ADALAH PEMERASAN DUNIA," sebut Trump. "Saya juga telah menginstruksikan Angkatan Laut kita untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar bea masuk kepada Iran. Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas. Kita juga akan mulai menghancurkan ranjau yang ditanam Iran di selat tersebut," tegasnya.
Trump sebelumnya juga menyebut bahwa Inggris akan mengerahkan kapal penyapu ranjau untuk membantu membersihkan Selat Hormuz, meski hal tersebut kini tidak sejalan dengan pernyataan resmi pemerintah London.
Ilustrasi - Negara-negara Teluk dan Selat Hormuz, jalur perlintasan minyak dunia. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)