Ntvnews.id,
Melalui unggahan di platform media sosial X, dikutip Senin, 13 April 2026, Macron menjelaskan bahwa inisiatif tersebut diarahkan untuk membentuk “misi multinasional damai” yang bertujuan mengamankan jalur pelayaran di kawasan strategis itu.
Ia menegaskan bahwa misi ini bersifat “murni defensif” dan tidak berkaitan dengan pihak-pihak yang terlibat konflik.
Ia juga menambahkan bahwa pengerahan misi tersebut akan dilakukan “sesegera mungkin ketika situasi memungkinkan.”
Baca Juga: Emmanuel Macron Puji Langkah Indonesia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos
Langkah ini menjadi bagian dari upaya lebih luas Prancis dalam mendorong penyelesaian diplomatik atas meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Macron menegaskan bahwa tidak boleh ada upaya yang diabaikan untuk mencapai solusi damai yang cepat dan berkelanjutan melalui jalur diplomasi. Ia menyerukan pembentukan kerangka kerja yang memungkinkan seluruh pihak di kawasan hidup dalam perdamaian dan keamanan.
Menurutnya, solusi jangka panjang harus mencakup berbagai isu utama, termasuk program nuklir dan rudal balistik Iran, aktivitas regionalnya, serta pentingnya menjamin kembali kebebasan navigasi tanpa hambatan di Selat Hormuz.
Baca Juga: Presiden Prancis Emmanuel Macron Rencanakan Kunjungan Resmi ke Indonesia
Selain itu, Macron juga menyoroti pentingnya stabilitas di Lebanon, dengan menekankan perlunya negara tersebut kembali pada jalur perdamaian dengan tetap menghormati kedaulatan dan integritas wilayahnya.
Ia menegaskan bahwa Prancis siap mengambil peran penuh dalam upaya diplomatik maupun keamanan, sebagaimana yang telah dilakukan sejak awal konflik di kawasan tersebut.
(Sumber: Antara)
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan konferensi pers setelah KTT Uni Eropa (UE) di Brussels, Belgia pada 19 Maret 2026. ANTARA/Dursun Aydemir/Anadolu/pri. (Antara)