AS Umumkan Blokade Pelabuhan Iran, Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 14:33
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Seorang pengunjuk rasa membawa poster di depan Gedung Putih, Washington DC, Selasa (7/4/2026). (ANTARA/Xinhua/Li Rui) Seorang pengunjuk rasa membawa poster di depan Gedung Putih, Washington DC, Selasa (7/4/2026). (ANTARA/Xinhua/Li Rui) (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan rencana pemblokiran seluruh aktivitas pelayaran yang keluar-masuk pelabuhan Iran mulai Senin, 13 April 2026 pukul 10.00 Eastern Time atau 21.00 WIB. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah lanjutan pemerintah AS dalam merespons situasi di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform media sosial X, CENTCOM menyebutkan bahwa blokade tersebut akan diberlakukan terhadap semua kapal tanpa pengecualian. “secara tidak memihak” terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan area pesisir Iran, termasuk seluruh pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman, sesuai dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga: Iran Ancam Tutup Laut Merah Jika Amerika Blokade Kapal Tankernya di Selat Hormuz 

Meski demikian, pihak militer AS menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan mengganggu lalu lintas pelayaran internasional yang tidak berkaitan dengan Iran. Pasukan CENTCOM AS "tidak akan menghambat kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz yang menuju dan dari pelabuhan non-Iran".

Pengumuman ini disampaikan beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan melalui media sosial Truth Social bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade kapal-kapal yang mencoba memasuki atau keluar dari Selat Hormuz. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump juga mengungkapkan rencana pengerahan kapal penyapu ranjau untuk memastikan jalur pelayaran tetap aman.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak 8 Persen Usai Ancaman Blokade Selat Hormuz

Di sisi lain, langkah tersebut mendapat respons keras dari Iran. Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan bahwa setiap tindakan yang dianggap keliru di kawasan Selat Hormuz berpotensi memicu konsekuensi serius. Mereka menyebut bahwa tindakan tersebut dapat menyeret pihak lawan ke dalam “pusaran arus mematikan”.

(sumber: Antara)

x|close