Persib Kena Sanksi FIFA Dilarang Daftarkan Pemain Baru, Berawal dari Kasus Daisuke Sato

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Mei 2026, 15:25
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Skuad Persib Bandung berfoto sebelum pertandingan menghadapi Ratchaburi pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League (ACL) II. Skuad Persib Bandung berfoto sebelum pertandingan menghadapi Ratchaburi pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League (ACL) II. (Persib)

Ntvnews.id, Jakarta - Kabar kurang menyenangkan datang untuk Persib Bandung. Klub berjuluk Maung Bandung itu dijatuhi sanksi oleh FIFA berupa larangan mendaftarkan pemain baru atau transfer ban.

Manajemen Persib akhirnya angkat bicara terkait sanksi tersebut. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, memastikan pihak klub telah mengetahui proses perkara itu sejak awal dan mengikuti seluruh tahap penyelesaiannya.

Adhitia meluruskan kabar yang berkembang di publik. Menurutnya, hukuman dari FIFA tidak berkaitan dengan keterlambatan pembayaran gaji pemain maupun pengabaian hak-hak pesepak bola sebagaimana yang sempat ramai diperbincangkan.

Ia menjelaskan, akar persoalan justru berasal dari sengketa spesifik mengenai penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, yang terjadi pada 2023.

"Perlu kami jelaskan bahwa keputusan tersebut berasal dari satu perkara spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada tahun 2023," kata Adhitia dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).

Di tengah sanksi tersebut, Persib menegaskan tetap menjalankan pengelolaan klub secara profesional. Manajemen mengklaim seluruh kewajiban kontraktual selama ini dipenuhi, termasuk kepatuhan terhadap regulasi sepak bola nasional maupun internasional.

Baca Juga: BMKG Catat 25 Gempa Susulan Pascagetaran M 4,5 di Konut

Saat ini, klub disebut tengah menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan FIFA sekaligus menuntaskan tahapan administrasi yang diperlukan. Setelah proses itu rampung, Persib akan mengajukan peninjauan ulang agar status larangan registrasi pemain bisa dicabut sesuai mekanisme FIFA.

"Kami sedang menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan tersebut dan menindaklanjuti seluruh proses administratif yang diperlukan," ujarnya.

Lebih lanjut, Adhitia meminta Bobotoh tidak panik menghadapi situasi ini. Ia memastikan sanksi tersebut tidak akan mengganggu stabilitas klub maupun rencana pengembangan tim ke depan.

Menurutnya, seluruh agenda operasional, program persiapan tim, hingga langkah strategis yang telah dirancang manajemen tetap berjalan sebagaimana mestinya. Persib juga menilai persoalan administratif dan sengketa kontrak merupakan hal yang lumrah terjadi dalam dinamika sepak bola profesional.

"Yang terpenting ialah bagaimana setiap pihak menunjukkan itikad baik, tanggung jawab, dan komitmen untuk menyelesaikannya secara profesional. Itulah yang saat ini sedang dilakukan oleh Persib," tuturnya.

Di sisi lain, Persib memastikan tetap fokus mempersiapkan skuad untuk menyambut musim baru, termasuk menghadapi kompetisi AFC Champions League Two atau ACL 2, sembari berupaya menuntaskan persoalan sanksi tersebut secepat mungkin.

 .

x|close