Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Paus Leo XIV setelah pemimpin Vatikan tersebut mengecam tindakan AS terkait Iran.
Sebelumnya, Paus Leo XIV menyatakan bahwa ancaman yang dilontarkan Amerika Serikat terhadap rakyat Iran tidak dapat diterima.
Pada awal April, setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengajak doa bagi pasukan AS, Paus Leo XIV dalam sebuah homili menegaskan bahwa ambisi untuk menguasai pihak lain bertentangan dengan ajaran Yesus Kristus.
Merespons kritik tersebut, Trump menyampaikan pernyataan panjang melalui media sosial Truth Social.
Baca Juga: KPK Periksa Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Terkait Kasus Pemerasan
"Saya tidak ingin seorang Paus berpikir bahwa baik-baik saja jika Iran memiliki senjata nuklir. Saya tidak ingin seorang Paus menganggap Amerika mengerikan karena menyerang Venezuela, sebuah negara yang mengirimkan narkoba besar-besaran ke AS dan, yang lebih buruk lagi mengosongkan penjara mereka, termasuk mengirimkan para pembunuh, pengedar narkoba, dan penjahat, ke negara kami; dan saya tidak ingin ada seorang Paus yang mengkritik presiden Amerika Serikat, karena saya melakukan persis apa yang menjadi tujuan saya dipilih (menjadi presiden) dengan kemenangan telak," kata Trump di TruthSocial, dikutip Senin, 13 April 2026
Trump juga menyatakan bahwa Paus Leo XIV tidak akan berada di Vatikan jika dirinya tidak menjabat sebagai presiden di Gedung Putih. Selain itu, ia meminta Paus untuk berhenti "menjilat" kelompok kiri radikal dan lebih fokus menjalankan perannya sebagai pemimpin agama, bukan sebagai tokoh politik.
Ilustrasi - Presiden AS Donald Trump (depan) menghadiri konferensi pers setelah KTT NATO di Den Haag, Belanda, pada 25 Juni 2025. ANTARA/HO- Xinhua/Zhao Dingzhe/pri. (Antara)