Ntvnews.id, Vatikan - Pemimpin Gereja Katolik Paus Leo XIV menyatakan kesediaannya untuk memenuhi undangan melakukan kunjungan ke Vietnam.
Kunjungan tersebut diperkirakan menjadi yang pertama kalinya bagi seorang Paus ke negara tersebut, seiring membaiknya hubungan diplomatik antara pemerintah komunis Vietnam dan Vatikan.
Ketua Majelis Nasional Vietnam, Tran Thanh Man, menyampaikan bahwa undangan resmi telah diberikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Komunis sekaligus Presiden Vietnam, To Lam.
"Terima kasih yang tulus," kata Paus Leo mengutip AFP, Senin, 13 April 2026.
Paus Leo menilai rencana kunjungan tersebut akan menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan kedua pihak dalam waktu dekat.
"Akan lebih memperdalam hubungan bilateral," tambahnya.
Baca Juga: Usai Paus Leo XIV Kritik Perang, Pemerintahan Trump Ancam Gunakan Kekuatan Militer Terhadap Vatikan
Sejak berakhirnya Perang Vietnam pada 1975, Hanoi dan Vatikan belum menjalin hubungan diplomatik secara resmi. Meski demikian, kedua pihak telah saling mengirim perwakilan sejak 2009 sebagai bagian dari upaya normalisasi hubungan.
Kemajuan signifikan terjadi pada 2023 ketika kedua pihak menyepakati pembentukan perwakilan kepausan tetap di Vietnam.
Pendahulu Paus Leo XIV, Paus Fransiskus, sebelumnya juga pernah menerima undangan serupa. Namun, kunjungan tersebut hanya diwakili oleh pejabat tinggi Vatikan pada musim semi 2024.
Paus Leo XIV. ANTARA/Anadolu/py (ANTARA/Anadolu) (Antara)
Dalam pertemuan dengan Paus, Tran Thanh Man menegaskan komitmen kedua pihak untuk terus meningkatkan hubungan menuju tahap yang lebih maju, demi kepentingan masyarakat serta kontribusi terhadap perdamaian dan kemakmuran global.
Vietnam sendiri memiliki sekitar enam juta umat Katolik atau sekitar enam persen dari total populasi. Secara historis, kelompok ini kerap dikaitkan dengan pengaruh kolonial Prancis.
Sejumlah kelompok hak asasi manusia juga menyoroti adanya pembatasan terhadap kebebasan beragama di negara tersebut.
Paus Leo XIV. (ANTARA)