Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Sistem imigrasi Malaysia mengalami gangguan besar yang menyebabkan ribuan orang terdampak. Akibatnya, antrean panjang terjadi di berbagai pos pemeriksaan imigrasi di seluruh negeri.
Puluhan ribu pelancong dilaporkan mengalami kesulitan saat melintasi pos imigrasi pada Kamis, 28 Mei 2026 dini hari waktu setempat. Salah satu lokasi yang paling terdampak adalah perbatasan darat Johor-Singapura, yang merupakan jalur lintas batas tersibuk dan paling strategis di Malaysia.
Dilansir dari Channel News Asia, Minggu, 31 Mei 2026, gangguan sistem nasional tersebut membuat layanan imigrasi tidak dapat beroperasi normal selama sekitar lima jam. Dalam kondisi itu, petugas terpaksa memproses dokumen warga Malaysia maupun pelancong asing secara manual.
Media lokal The Star melaporkan seluruh sistem berbasis komputer mengalami gangguan sejak pukul 04.30 hingga 09.30 waktu setempat.
Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Malaysia mengungkapkan bahwa antrean panjang terjadi di kedua pos pemeriksaan darat Johor. Kondisi tersebut berlangsung pada jam-jam sibuk ketika puluhan ribu warga Malaysia menuju Singapura untuk bekerja.
"Kami harus mengerahkan kembali semua personel kami untuk mengoperasikan loket manual di aula bus, jalur sepeda motor, dan kendaraan," kata pejabat tersebut.
Baca Juga: Malaysia Gugat Israel ke ICJ atas Dugaan Penyiksaan Aktivis Misi Gaza
"Tidak hanya gerbang otomatis kami yang rusak, bahkan sistem pengenalan wajah kami pun juga tidak berfungsi," ia menuturkan.
Insiden ini menjadi gangguan besar kedua yang menimpa sistem imigrasi Malaysia dalam kurun waktu sekitar satu bulan. Sebelumnya, pada 23 April 2026, kerusakan serupa juga sempat membuat ribuan pelancong terlantar selama kurang lebih dua jam.
Gangguan yang terjadi pada Kamis pagi itu dilaporkan berdampak pada sebagian besar dari 114 pos pemeriksaan imigrasi yang tersebar di seluruh Malaysia. Untuk mengantisipasi situasi di lapangan, pemerintah turut mengerahkan tambahan personel keamanan guna menjaga ketertiban.
Malaysia memiliki total 114 pintu masuk internasional yang terdiri atas 56 jalur laut, 30 jalur darat, dan 28 bandara.
Meski sejumlah pelancong menyebut gangguan dimulai sekitar pukul 04.30 pagi, Direktur Jenderal Departemen Imigrasi Malaysia, Zakaria Shaaban, menyatakan masalah teknis mulai terjadi sekitar pukul 05.00 pagi dan berlangsung hingga pukul 08.45 pagi. Menurutnya, gangguan bersumber dari pusat data Sistem Imigrasi Malaysia (MyIMMs).
Bendera Malaysia (Pixabay)
"Sistem tersebut kembali online setelah pekerjaan perbaikan dilakukan. Sistem tersebut tidak diretas. Sistem MyIMMs sudah berusia 30 tahun. Masalah pasti akan terjadi," demikian kutipan pernyataannya yang dimuat oleh The Star.
Pemerintah Malaysia berencana mengganti MyIMMs dengan Sistem Imigrasi Terpadu Nasional (NIISe) yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2028. Platform digital baru tersebut dirancang untuk memodernisasi pengelolaan perbatasan dengan mengintegrasikan verifikasi paspor, pemeriksaan visa, serta data pelancong dalam satu sistem terpadu.
Zakaria mengakui potensi gangguan serupa masih dapat terjadi hingga sistem baru tersebut berfungsi sepenuhnya.
"Kami akan bertahan hingga sistem NIISe siap," katanya, seperti dikutip dari Channel News Asia, berdasarkan laporan media lokal.
Baca Juga: PM Malaysia Desak Israel Bebaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail menyatakan pihak pengembang NIISe telah diminta menyiapkan langkah mitigasi menjelang pengoperasian Sistem Transit Cepat (RTS) Johor Bahru-Singapura yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun depan.
Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk menekan risiko gangguan teknis pada sistem baru tersebut. Namun, insiden terbaru ini telah memicu keluhan dari banyak pelancong yang mengaku mengalami keterlambatan, termasuk saat berangkat bekerja ke Singapura akibat panjangnya antrean di pos pemeriksaan imigrasi.
perpanjangan paspor (pixabay.com )