Malaysia Gugat Israel ke ICJ atas Dugaan Penyiksaan Aktivis Misi Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mei 2026, 06:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kapal-kapal dari Kapal-kapal dari (Antara)

Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia menyatakan kesiapannya membawa Israel ke Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) terkait dugaan penculikan dan penyiksaan terhadap aktivis misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang berlayar menuju Jalur Gaza.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Besar Selangor Amirudin Shari pada Senin, 25 Mei 2026.

Amirudin mengatakan langkah hukum terhadap Israel akan dilakukan setelah tim pengacara menyelesaikan proses pengumpulan data dan bukti yang diperlukan.

“Kami tidak akan diam, kami tidak akan berhenti,” kata Amirudin saat menghadiri acara penyambutan peserta GSF 2.0 di Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur, dikutip dari Malay Mail, Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menyebut para peserta misi kemanusiaan diduga menjadi korban penculikan dan penyiksaan lebih dari satu kali selama operasi berlangsung.

Menurut Amirudin, Malaysia juga akan terus meningkatkan tekanan diplomatik untuk mendorong pembebasan penuh wilayah Gaza.

Baca Juga: Delapan Negara Arab dan Islam Kecam Perlakuan Israel terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla

Selain jalur hukum internasional, Malaysia berencana mengadakan konferensi internasional mengenai Palestina guna memperkuat dukungan global bagi masyarakat Gaza.

Amirudin menegaskan dukungan Pemerintah Malaysia dan Pemerintah Selangor terhadap perjuangan Palestina tidak akan berhenti meski pelaksanaan misi GSF 2.0 telah selesai.

Ia turut menyatakan dukungan terhadap usulan Kepala Misi Sumud Nusantara Muhammad Nadir Al-Nuri Kamarulzaman untuk melanjutkan bantuan kemanusiaan melalui program Sumud 3.0.

Menurut Amirudin, pelaksanaan GSF 2.0 berlangsung lebih cepat dan lebih kuat dibandingkan misi sebelumnya. Operasi tersebut melibatkan jalur laut serta peserta yang bergerak melalui jalur darat di perlintasan Rafah.

Dia juga mengungkapkan sekitar 30 kontainer bantuan kemanusiaan telah selesai atau hampir rampung dipersiapkan untuk segera dikirim ke Gaza.

Amirudin menegaskan program Sumud 3.0 akan terus dijalankan hingga blokade terhadap Gaza dicabut dan perhatian dunia kembali terfokus pada krisis kemanusiaan yang terjadi di wilayah tersebut.

x|close