Ntvnews.id, Washington - Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, memperkirakan harga minyak global berpotensi mencapai puncaknya dalam beberapa pekan ke depan. Hal ini dipicu oleh terganggunya jalur pengiriman energi melalui Selat Hormuz yang menyebabkan kenaikan biaya energi.
Dalam konferensi Semafor World Economy di Washington, Wright menyampaikan bahwa kondisi harga energi masih akan berada pada level tinggi selama gangguan distribusi belum teratasi.
"Kita akan melihat harga energi akan tetap tinggi dan mungkin bahkan melonjak sampai kami mendapatkan lalu lintas kapal yang signifikan melalui Selat Hormuz," kata Wright.
Ia menambahkan bahwa lonjakan harga tersebut kemungkinan akan terjadi dalam waktu dekat, seiring terganggunya pasokan energi global akibat konflik yang sedang berlangsung. Menurutnya, tekanan terhadap harga baru akan mereda setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran berakhir serta distribusi energi kembali normal.
Baca Juga: Harga Minyak Naik Lagi di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran
Namun demikian, Wright mengingatkan bahwa penurunan harga tidak akan terjadi secara instan meskipun pasokan mulai pulih. Ia menekankan bahwa kondisi ini telah dipahami oleh Presiden Donald Trump sejak awal.
"Presiden (Donald Trump) tahu sejak awal bahwa jika aliran energi diganggu dalam jangka pendek, maka itu akan mendorong harga energi naik," tambahnya.
Wright juga menilai harapan untuk melihat harga energi kembali turun dalam waktu singkat tidak realistis.
"Pada musim panas nanti, itu adalah jangka waktu yang agresif," kata Wright.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak 8 Persen Usai Ancaman Blokade Selat Hormuz
Lonjakan harga minyak sendiri mulai terlihat sejak konflik antara AS dan sekutunya dengan Iran memanas pada akhir Februari lalu. Situasi tersebut berdampak langsung pada akses pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia.
Sebagai respons, pemerintah AS mempertimbangkan langkah militer di kawasan tersebut setelah upaya diplomasi untuk meredakan konflik belum membuahkan hasil, meskipun sempat terjadi gencatan senjata sementara. Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan akan meningkatkan pengamanan terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran di kawasan Teluk.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Menteri Energi AS Chris Wright (kiri) bertemu Plt. Presiden Venezuela Delcy Rodriguez di Caracas, Venezuela, pada Rabu (11/2/2026). (ANTARA/Kepresidenan Venezuela/Handout via Xinhua/pri) (Antara)