Eropa Siapkan Rencana Cadangan Jika AS Mundur dari NATO

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Apr 2026, 10:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera Jerman, NATO, dan Uni Eropa di depan Kantor Kanselir Jerman di Berlin pada (9/7/2025). ANTARA/Anadolu/Halil Sağırkaya/pri. Arsip foto - Bendera Jerman, NATO, dan Uni Eropa di depan Kantor Kanselir Jerman di Berlin pada (9/7/2025). ANTARA/Anadolu/Halil Sağırkaya/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Sejumlah negara Eropa dilaporkan tengah menyusun rencana cadangan untuk menghadapi kemungkinan keluarnya Amerika Serikat dari NATO. Laporan The Wall Street Journal menyebutkan langkah ini bertujuan memastikan kemampuan pertahanan kawasan tetap terjaga secara mandiri.

Rencana tersebut difokuskan pada pemanfaatan struktur militer NATO yang sudah ada, tanpa bertujuan menyaingi aliansi tersebut. Skema ini dirancang sebagai langkah antisipasi apabila AS menarik pasukan atau mengurangi komitmen militernya di Eropa.

Menurut sumber laporan, skenario ideal tetap menginginkan AS bertahan di NATO. Namun, tanggung jawab utama pertahanan kawasan secara bertahap akan dialihkan kepada negara-negara Eropa.

Baca Juga: Trump Murka, Ancam Bakal Hukum Negara-negara NATO yang Tak Bantu AS Serang Iran

Inisiatif ini disebut telah mulai dibahas sejak 2025 dan semakin dipercepat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil alih Greenland. Kebutuhan akan rencana ini juga dinilai semakin mendesak setelah negara-negara Eropa menolak mendukung operasi militer AS terhadap Iran.

Perubahan sikap juga terlihat dari Jerman. Jika sebelumnya Berlin mendukung peran AS sebagai penjamin utama keamanan Eropa, Kanselir Friedrich Merz kini mulai meragukan keandalan AS sebagai sekutu, baik di bawah pemerintahan Trump maupun ke depan.

Sikap tersebut mendorong dukungan lebih luas dari negara-negara Eropa lainnya seperti Inggris, Prancis, Polandia, negara-negara Nordik, hingga Kanada. Mereka melihat rencana ini sebagai bentuk “koalisi sukarela” dalam kerangka NATO.

Baca Juga: Trump Lontar Ancaman Keras ke NATO

Selain itu, para pendukung inisiatif ini juga menilai perlunya penguatan kapasitas pertahanan Eropa, termasuk melalui kebijakan wajib militer dan peningkatan produksi industri militer. Fokus pengembangan mencakup sektor yang masih tertinggal dari AS, seperti perang anti-kapal selam, kemampuan ruang angkasa dan intelijen, pengisian bahan bakar di udara, serta mobilitas udara.

Sebelumnya, pada 1 April, Trump menyatakan tengah mempertimbangkan secara serius kemungkinan menarik AS dari NATO setelah sekutu-sekutunya menolak terlibat dalam konflik melawan Iran. Ia juga menilai Eropa tidak lagi dapat diandalkan sebagai mitra pertahanan, terutama setelah penolakan untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.

(Sumber: Antara)

x|close