Ntvnews.id, Yerusalem - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Minggu, 12 April 2026, dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Kantor Gubernur Yerusalem, sebagaimana dilaporkan kantor berita Palestina Wafa, menyebut langkah tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan serta pembatasan akses bagi para jemaah ke kawasan suci tersebut.
Dilansir dari TRT World, Senin, 13 April 2026, kunjungan Ben-Gvir dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, sebagaimana beberapa aksi serupa yang sebelumnya juga menuai kritik dari berbagai pihak internasional. Ini bukan kali pertama Ben-Gvir memicu kontroversi dengan memasuki area Al-Aqsa.
Berdasarkan aturan yang berlaku, pejabat Israel hanya diperbolehkan memasuki kompleks tersebut setelah mendapatkan persetujuan dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Baca Juga: Masjid Al-Aqsa Dibuka Kembali Usai Ditutup 40 Hari
Kompleks Masjid Al-Aqsa sendiri merupakan situs suci ketiga bagi umat Islam. Sementara dalam tradisi Yahudi, kawasan tersebut dikenal sebagai Temple Mount dan diyakini sebagai lokasi berdirinya dua kuil kuno.
Kejadian ini berlangsung sehari setelah aparat keamanan Israel memperketat penjagaan di sejumlah wilayah Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua dan Gerbang Damaskus, dengan mendirikan pos pemeriksaan selama perayaan Sabtu Suci di Gereja Makam Kudus.
Sebelumnya, otoritas Israel juga sempat menutup gereja tersebut selama 40 hari dengan alasan keamanan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Kunjungan Ben-Gvir ke kompleks Al-Aqsa kembali menegaskan tingginya sensitivitas wilayah tersebut, yang selama ini kerap menjadi titik panas dalam konflik antara Israel dan Palestina.
Umat ??Islam Palestina berkumpul untuk memasuki Masjid Al-Aqsa saat dibuka kembali untuk ibadah di Kota Tua Yerusalem Timur, Kamis (9/4/2026). (ANTARA FOTO/Anadolu Agency/Mostafa Alkharouf/nym) (Antara)