Ntvnews.id
Laporan Financial Times pada Selasa, 21 April 2026, menyebutkan bahwa kedua pihak membahas peluang kemitraan untuk mendukung distribusi bantuan kemanusiaan serta arus barang ke wilayah Gaza.
Sejumlah opsi yang tengah dipertimbangkan mencakup pembangunan pelabuhan baru di Jalur Gaza atau di pesisir Mesir yang berdekatan, serta pembentukan kawasan perdagangan bebas di wilayah tersebut.
Pembicaraan ini disebut telah berlangsung sejak tahun lalu, namun hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai hasil akhirnya.
Baca Juga: Iran Tuntut AS Bebaskan Kapal Touska dan Awak yang Disita di Teluk Oman
Sumber yang dikutip Financial Times juga menyebut bahwa Dewan Perdamaian sejauh ini baru menerima sebagian kecil dari dana miliaran dolar yang dijanjikan para anggotanya dalam pertemuan puncak pada Februari.
Hal ini terjadi di tengah menurunnya perhatian global terhadap Gaza akibat meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain itu, salah satu sumber menyebut bahwa Israel cenderung mengabaikan rencana jangka panjang dewan tersebut terkait masa depan Gaza.
Baca Juga: Trump Ancam Banyak Bom Meledak Jika Gencatan Senjata dengan Iran Berakhir
Sebelumnya, Donald Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian pada akhir 2025 dengan tujuan mengawasi proses rekonstruksi dan tata kelola Gaza.
Undangan untuk bergabung dalam inisiatif ini telah dikirimkan kepada pemimpin sekitar 50 negara, termasuk negara-negara dari kawasan Australia hingga Jepang, serta Rusia dan Ukraina.
(Sumber: Antara)
Sebuah kendaraan terbakar setelah terkena serangan udara Israel yang menewaskan seorang jurnalis Al Jazeera, di Kota Gaza, Palestina, Rabu (8/4/2026) waktu setempat. Empat warga Palestina, termasuk seorang jurnalis tewas dalam dua insiden serangan udara Israel di Kota Gaza. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/nym. (Antara)