Ntvnews.id, Moskow - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah militer AS dilaporkan menyita sebuah kapal dagang milik Iran di kawasan Teluk Oman. Pihak Iran menegaskan akan memberikan respons atas tindakan tersebut.
Juru bicara Komando Militer Khatam al-Anbiya Iran menyampaikan bahwa negara itu tidak akan tinggal diam dan akan segera mengambil langkah balasan.
"Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera merespons tindakan tersebut dan membalas pembajakan bersenjata yang dilakukan militer AS ini," kata juru bicara komando militer Iran, seperti dikutip Reuters.
Baca Juga: Trump Sebut Iran Langgar Gencatan Senjata Usai Insiden di Selat Hormuz
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa mereka telah menyita kapal dagang Iran bernama Touska. Kapal tersebut disebut berusaha menerobos blokade AS di wilayah Teluk Oman dan kini berada dalam kendali pihak Amerika Serikat. Kapal Iran tersebut kini berada di bawah kendali AS.
Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, laporan juga menyebutkan bahwa pada 13 April Angkatan Laut AS mulai membatasi seluruh lalu lintas kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz. Jalur strategis ini diketahui menjadi rute penting yang menampung sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, termasuk produk minyak bumi dan LNG.
Washington menegaskan bahwa kapal non-Iran tetap diperbolehkan melintas di Selat Hormuz, selama tidak melakukan pembayaran bea masuk kepada Teheran.
Baca Juga: AS Sebut Telah Hancurkan 11 Kapal Iran di Teluk Oman
Sementara itu, pihak Iran hingga kini belum secara resmi mengumumkan penerapan kebijakan bea masuk tersebut, meski disebutkan bahwa rencana itu masih dalam pembahasan.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa. (Antara)