Iran Perbarui Data Korban Perang, Lebih dari 3.400 Orang Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 02:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Foto kondisi bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin (9/3/2026). ANTARA FOTO/ Xinhua/Bilal Jawich/tom. Foto kondisi bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin (9/3/2026). ANTARA FOTO/ Xinhua/Bilal Jawich/tom. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Yayasan Martir dan Urusan Veteran di Iran memperbarui jumlah korban jiwa akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Hingga kini, total korban tewas dilaporkan telah melampaui 3.400 orang.

Dilansir dari AFP, Senin, 20 April 2026, pengumuman ini disampaikan di tengah masa gencatan senjata selama dua minggu dalam konflik yang pecah sejak akhir Februari lalu. Kepala yayasan tersebut, Ahmad Mousavi, menyatakan bahwa sebanyak 3.468 "martir... gugur selama konflik baru-baru ini", sebagaimana dikutip kantor berita ISNA.

Sebelumnya, data dari Kepala Organisasi Kedokteran Forensik Iran yang dirilis pada 12 April mencatat jumlah korban tewas mencapai 3.375 orang.

Baca Juga: Infografik: Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, Ketegangan Energi Global Meningkat

Sementara itu, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS melaporkan pada 7 April bahwa sedikitnya 3.636 orang tewas. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.701 merupakan warga sipil termasuk sedikitnya 254 anak-anak serta 1.221 personel militer dan 714 orang lainnya yang belum teridentifikasi statusnya.

Namun, keterbatasan akses dan pembatasan pelaporan membuat AFP tidak dapat memverifikasi secara independen jumlah korban maupun lokasi serangan di Iran.

x|close