Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan melampaui China dalam perlombaan eksplorasi Bulan. Hal ini seiring keberhasilan misi Artemis II milik NASA yang mencetak sejarah dengan mengirim empat astronaut mengorbit Bulan hingga mencapai titik terjauh dari Bumi.
"Salah satu pencapaian terbesar, menurut saya, adalah fakta bahwa saya membentuk Angkatan Luar Angkasa karena kita kalah dengan Rusia dan China. Sekarang, kita akan mengalahkan China dalam penjelajahan Bulan," kata Trump, dilansir dari Fox Business, Sabtu, 18 April 2026.
Program Artemis sendiri dirancang untuk mendalami Bulan demi kepentingan riset ilmiah sekaligus membuka peluang ekonomi di masa depan. Awalnya, NASA menargetkan pengiriman misi berawak ke Bulan melalui Artemis III pada pertengahan 2027. Namun, rencana tersebut kemudian ditunda dan dialihkan ke Artemis IV dengan target peluncuran pada 2028.
Baca Juga: Trump Akui Kesepakatan AS–Iran Belum Pasti Tercapai di Tengah Ketegangan yang Berlanjut
Sementara itu, misi Artemis II telah menuntaskan perjalanan mengelilingi Bulan selama 10 hari yang dimulai pada 10 April. Dalam misi ini, wahana antariksa membawa empat astronaut hingga ke jarak terjauh dari Bumi yang pernah dicapai dalam sejarah penerbangan manusia.
Selama misi berlangsung, para astronaut juga berhasil merekam permukaan sisi gelap Bulan. Data yang dikumpulkan akan dianalisis oleh para ilmuwan sebagai dasar untuk mendukung pelaksanaan misi Artemis selanjutnya.
Di sisi lain, China juga tengah mengembangkan program ambisius dengan target mengirim manusia ke Bulan pada 2030, menjadikan persaingan eksplorasi antariksa semakin ketat di masa mendatang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/aa) (Antara)