Rusia Mulai Kerahkan Rudal Korut untuk Perang dengan Ukraina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 06:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Peluncuran rudal balistik Ilustrasi - Peluncuran rudal balistik (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Rusia dilaporkan mulai mengoperasikan satu unit rudal Korea Utara yang dilengkapi hingga 120 rudal balistik dan enam peluncur untuk mendukung perang melawan Ukraina.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Direktorat Intelijen Utama Ukraina (HUR), Andrii Cherniak, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Menurutnya, pengerahan tersebut menunjukkan hubungan kerja sama militer antara Moskow dan Pyongyang semakin kuat.

“Sekitar 90 personel Korea Utara diperkirakan akan ditempatkan di wilayah Voronezh, Rusia barat, untuk mendukung operasional unit rudal tersebut,” katanya, dikutip dari Fox News, Jumat, 18

Cherniak juga mengungkapkan bahwa Korea Utara diduga telah mengirim tambahan 40 rudal balistik jenis KN-23 dan KN-24 kepada militer Rusia.

Kesepakatan final terkait pengerahan unit rudal tersebut diperkirakan akan dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.

Baca Juga: Mensesneg: 128 Ribu Warga Ikut War Undangan HUT RI, Ada WNI dari Amerika hingga Rusia

Informasi intelijen itu muncul tidak lama setelah Rusia melancarkan serangan besar terhadap Kyiv dan kawasan di sekitarnya pada 4 Agustus.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan tersebut melibatkan 24 rudal balistik, empat rudal jelajah, serta 115 drone yang diluncurkan dalam semalam. Sedikitnya 17 orang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

Zelensky menilai jumlah korban jiwa dapat ditekan jika negara-negara Barat segera mengisi kembali stok rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Ukraina yang kini semakin terbatas.

Sebelumnya, Zelensky juga memperingatkan bahwa sejak Juni Rusia telah mempersiapkan kedatangan tambahan personel militer Korea Utara ke wilayah Voronezh.

Cherniak mengatakan serangan Rusia pada akhir Juli menjadi pertama kalinya rudal balistik Korea Utara kembali digunakan untuk menyerang target di Ukraina sejak Agustus 2025.

HUR memperkirakan Rusia telah memperoleh sekitar 150 rudal KN-23 dan KN-24 dari Korea Utara sejak akhir 2023.

Asap mengepul di kota setelah serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina 28 September 2025. <b>(Reuters)</b> Asap mengepul di kota setelah serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina 28 September 2025. (Reuters)

Sejumlah pakar militer menilai ketergantungan Rusia terhadap rudal balistik semakin meningkat. Senjata tersebut dinilai sulit dihentikan dan umumnya membutuhkan sistem pertahanan udara canggih seperti Patriot buatan Amerika Serikat untuk mencegatnya.

Institute for the Study of War (ISW), lembaga pemikir yang berbasis di Washington, menilai Moskow sengaja meningkatkan penggunaan rudal balistik dalam serangkaian serangan jarak jauhnya. Strategi tersebut disebut bertujuan memberikan tekanan lebih besar terhadap kemampuan pertahanan udara Ukraina yang persediaannya terbatas.

ISW juga menilai konflik tersebut memberikan pengalaman tempur penting bagi Korea Utara. Pyongyang dinilai dapat memanfaatkan pengalaman operasional Rusia untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan rudal mereka.

Baca Juga: Rudal Iran Hantam Gedung Perusahaan China di Kuwait, 1 Tewas

Sejak Rusia melancarkan invasi penuh ke Ukraina pada 2022, Korea Utara semakin berkembang sebagai salah satu mitra militer penting bagi Moskow.

Pyongyang dilaporkan telah mengirim jutaan amunisi artileri kepada Rusia. Korea Utara juga sebelumnya mengerahkan sekitar 14.000 personel militer ke wilayah Kursk untuk membantu Rusia menghadapi serangan lintas batas Ukraina pada 2024.

Cherniak mengatakan sekitar 9.500 tentara Korea Utara masih berada di Kursk. Namun, para personel tersebut saat ini disebut tidak terlibat dalam pertempuran secara langsung.

Sementara itu, Foundation for Defense of Democracies (FDD) melaporkan bahwa sejak 2022 Korea Utara telah memasok Rusia dalam jumlah besar dengan berbagai persenjataan, termasuk amunisi artileri, roket, sistem artileri, serta rudal balistik.

HIGHLIGHT

x|close