Rusia Gempur Lagi Ibu Kota Ukraina dengan Rudal dan Drone, 15 Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 04:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Asap mengepul di kota setelah serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina 28 September 2025. Asap mengepul di kota setelah serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina 28 September 2025. (Reuters)

Ntvnews.id, KyivRusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv, dan wilayah sekitarnya pada Rabu, 5 Agustus 2026. Serangan rudal tersebut menyebabkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Dilansir dari AFP, Kamis, 6 Agustus 2026, pemerintah Ukraina melaporkan satu korban tewas berada di Kota Kyiv, sementara 14 korban lainnya berasal dari wilayah sekitar ibu kota.

Serangan dimulai sesaat setelah tengah malam. Sirene peringatan serangan udara berbunyi di seluruh Kyiv selama lebih dari satu jam setelah Angkatan Udara Ukraina mendeteksi rudal balistik yang mengarah ke wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan Angkatan Udara Ukraina, sistem pertahanan udara gagal mencegat seluruh rudal yang diluncurkan Rusia dalam serangan itu. Moskow disebut mengerahkan 115 drone serta 28 rudal berkecepatan tinggi, termasuk rudal balistik.

Melalui akun X miliknya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa "rudal pencegat balistik seharusnya dapat menyelamatkan nyawa mereka yang tewas hari ini."

Ia juga menegaskan, "Yang sangat penting untuk dipahami oleh para mitra kami adalah bahwa keterlambatan pengiriman, atau keengganan menyediakan sistem pertahanan anti-balistik, secara langsung menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kehancuran yang mengerikan seperti ini."

Administrasi Militer Kyiv menyebut sedikitnya tujuh lokasi di ibu kota menjadi sasaran serangan. Sejumlah bangunan permukiman dan gudang penyimpanan dilaporkan mengalami kerusakan akibat hantaman rudal.

Baca Juga: Rusia Terus Hajar Kyiv, Ukraina Dilanda Pemadaman Listrik Massal

"Dengan sengaja, musuh kembali menyerang warga sipil dan infrastruktur sipil," tulis Administrasi Militer Kyiv melalui Telegram.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan sebuah gudang di dekat pusat kota hancur akibat serangan tersebut. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi dua orang dari bawah reruntuhan.

"Masih ada kemungkinan terdapat orang yang terjebak di bawah puing-puing," tulis Klitschko. "Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung."

Klitschko kemudian meluruskan laporan awal mengenai kebakaran di sebuah gedung apartemen 20 lantai yang ternyata tidak benar. Namun, kebakaran besar tetap terjadi di kawasan pinggiran kota, sementara serpihan rudal yang berhasil dicegat jatuh di dekat kawasan permukiman.

Serangan itu juga memicu kebocoran amonia yang hingga kini masih ditangani oleh tim tanggap darurat.

Selama serangan berlangsung, satuan pertahanan udara Ukraina terus berupaya mencegat rudal-rudal yang ditembakkan Rusia.

Arsip foto - Asap mengepul setelah serangan drone Iran menghantam tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait, 1 April 2026. <b>(Antara)</b> Arsip foto - Asap mengepul setelah serangan drone Iran menghantam tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait, 1 April 2026. (Antara)

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia meningkatkan intensitas serangannya ke Kyiv. Pada Sabtu lalu, serangan ke ibu kota Ukraina dan wilayah sekitarnya menewaskan 10 orang serta melukai lebih dari 30 lainnya. Pada hari yang sama, Ukraina mengklaim berhasil menenggelamkan sebuah kapal perang Rusia di Laut Hitam menggunakan drone.

Analisis AFP menunjukkan Rusia menggunakan lebih dari dua kali lipat jumlah rudal sepanjang Juli dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, Ukraina juga meningkatkan serangan drone yang menargetkan fasilitas minyak, gas, dan jalur logistik Rusia.

Pada Selasa, serangan di wilayah Moskow menewaskan lima orang dan melukai 10 lainnya setelah menghantam gudang milik perusahaan ritel Wildberries. Wali Kota Moskow menyatakan sistem pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh sedikitnya 10 drone pada Rabu.

Di tengah meningkatnya serangan, Zelenskyy kembali mendesak negara-negara sekutu untuk segera mengirim lebih banyak rudal pencegat Patriot. Menurutnya, keterbatasan sistem pertahanan udara membuat Rusia semakin leluasa melancarkan serangan yang menimbulkan banyak korban.

Pekan lalu, Zelenskyy juga bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump guna melobi Washington agar memberikan lisensi kepada Ukraina untuk memproduksi sistem pertahanan Patriot di dalam negeri.

Sementara itu, pemantau hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya jumlah korban sipil. Menurut PBB, angka korban sipil dalam perang kini mencapai level tertinggi sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

Baik Rusia maupun Ukraina sama-sama membantah bahwa mereka secara sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasaran serangan.

HIGHLIGHT

x|close