Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan terlibat perselisihan dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth terkait persediaan amunisi dan rudal yang semakin menipis untuk menghadapi Iran.
Seorang sumber mengatakan kepada Washington Post, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026, bahwa perselisihan tersebut terjadi ketika Trump dan Hegseth menghadiri rapat kabinet di Camp David pada Jumat, 31 Juli 2026.
Trump disebut naik pitam setelah mengetahui kondisi persediaan amunisi AS yang menipis. Situasi itu dinilai berpotensi membatasi kemampuan militer Washington dalam menjalankan operasi terhadap Iran.
Trump mengaku sebelumnya mengira persoalan mengenai ketersediaan amunisi "sudah diselesaikan". Karena itu, ia merasa telah mendapatkan informasi yang menyesatkan mengenai kondisi persenjataan AS.
Washington Post melaporkan persoalan stok amunisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang membuat Trump mengurungkan rencana serangan terhadap Iran. Sebelumnya, Trump menyebut operasi itu sebagai "serangan terbesar sejak Perang Dunia II" dan direncanakan berlangsung pada akhir pekan lalu.
Baca Juga: Trump Tegaskan AS Tak Akan Biarkan Iran Kenakan Biaya di Selat Hormuz
Berdasarkan temuan Washington Post, pada bulan pertama konflik AS-Iran, militer AS telah menembakkan lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk dan lebih dari 1.000 rudal Terminal High Altitude Area Defence (THAAD). Selain itu, sedikitnya 1.300 rudal balistik taktis juga telah digunakan.
Reuters kemudian melaporkan pada Selasa, 4 Agustus 2026, bahwa Angkatan Darat AS telah menggunakan "hampir seluruh" persediaan rudal jarak jauh yang dimiliki untuk menghadapi Iran.
Rudal jarak jauh menjadi salah satu persenjataan penting karena memungkinkan militer AS melakukan serangan presisi dari jarak yang relatif aman.
Ketika ditanya mengenai kondisi persediaan senjata AS, Gedung Putih menyampaikan pernyataan Trump yang menegaskan bahwa Washington memiliki "jauh lebih banyak amunisi daripada siapa pun di dunia".
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. (Antara)
Trump juga menyatakan AS mempunyai persenjataan dalam jumlah yang jauh melebihi kebutuhan.
Sementara itu, Gedung Putih membantah laporan mengenai perselisihan antara Trump dan Hegseth. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Rabu (5/8) menyebut pemberitaan tersebut tidak benar dan menuding laporan itu dibuat untuk merusak reputasi Hegseth.
"Saya berada di Camp David bersama Presiden Trump dan Menteri Hegseth. Cekcok itu benar-benar tidak pernah terjadi. Kami bahkan sudah mengatakannya kepada Washington Post berulang kali," ujar Leavitt melalui unggahan di media sosial X.
"Kisah bohong ini disebar ke banyak media oleh seseorang yang jelas-jelas berniat menjelekkan Menteri, entah karena alasan apa. Sayangnya, Presiden menyukai Menteri dan berpikir dia melakukan pekerjaan yang luar biasa," pungkas Leavitt.
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)