Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan pemerintah akan mengumumkan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru pada pekan ini. Kendati demikian, pemerintah belum menyampaikan jumlah nama yang akan diajukan untuk mengisi posisi tersebut.
"Gubernur BI? InsyaAllah minggu ini diputuskan," tutur Prasetyo di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Proses pergantian pimpinan bank sentral tersebut dilakukan setelah Perry Warjiyo mengajukan pengunduran diri dari posisi Gubernur BI. Prasetyo sebelumnya mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry pada Minggu, 26 Juli 2026 lalu.
"Bahwa per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia kepada bapak Presiden," ucap Prasetyo di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo selanjutnya akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) yang berkaitan dengan pengunduran diri tersebut. Pemerintah juga memberikan penghargaan dan apresiasi atas pengabdian Perry selama hampir tujuh tahun memimpin BI.
"Yang kemudian sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama kita mengacu kepada UU BI, maka yang pertama presiden terima pengunduran diri dari bapak Perry Warjiyo tentu disertai ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih 7 tahun lamanya memimpin BI," kata Prasetyo.
Sesuai aturan dalam Undang-Undang Bank Indonesia, posisi Gubernur BI untuk sementara waktu akan dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti.
Prasetyo menegaskan bahwa proses transisi kepemimpinan di bank sentral tersebut tidak akan memengaruhi koordinasi antara pemerintah dan BI dalam menjalankan kebijakan moneter maupun fiskal.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (NTVnews)