Bahlil Tindaklanjuti Arahan Prabowo soal Bensin Berbahan Batu Bara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Sep 2026, 14:50
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait kapal Pertamina yang tertahan di Selat hormuz. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait kapal Pertamina yang tertahan di Selat hormuz. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia siap menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengolah batu bara menjadi bensin, sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan energi dengan memanfaatkan sumber energi dalam negeri.

“Kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah dan arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber energi dalam negeri,” ujar Bahlil ketika ditemui di sela-sela acara Donor Darah Ditjen Minerba yang digelar di Jakarta, Senin, 21 September 2026. 

Bahlil menyebut arahan Prabowo untuk mengolah batu bara menjadi gas atau minyak dilatarbelakangi kondisi geopolitik yang tidak menentu. Menurut dia, Presiden meminta seluruh potensi energi yang dimiliki Indonesia dioptimalkan.

“Salah satu antaranya adalah energi alternatif dari batu bara. Sekarang teknologinya itu sudah canggih, di mana batu bara yang low calorie (kalori rendah) itu bisa menghasilkan gas maupun minyak,” kata Bahlil.

Baca Juga: ESDM Umumkan Pemenang Lelang 6 Blok Migas, Ini Daftarnya

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di sela-sela acara Donor Darah Ditjen Minerba yang digelar di Jakarta, Senin (21/9/2026). <b>(Antara)</b> Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di sela-sela acara Donor Darah Ditjen Minerba yang digelar di Jakarta, Senin (21/9/2026). (Antara)

Pemanfaatan batu bara untuk menghasilkan minyak telah dilakukan di sejumlah negara. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan Jerman Timur pernah menggunakan teknologi coal to liquid atau pencairan batu bara untuk mengolah batu bara menjadi minyak.

Minyak yang dihasilkan melalui teknologi tersebut, lanjut Tri, kemudian digunakan sebagai bahan bakar tank.

“Terus kemudian kita melihat Afrika Selatan. Dulu dia kena politik Apartheid, terus dilarang oleh negara-negara lain, maka dia mencairkan batu bara Sasol (perusahaan energi dan kimia di Afrika Selatan) itu sampai sekarang. Kira-kira 300 ribu barel per hari. Jadi memang sudah ada kalau (mencairkan batu bara menjadi bensin) itu,” kata Tri.

Meski teknologi tersebut telah diterapkan di sejumlah negara, Tri mengatakan pihaknya masih mengevaluasi kerja sama teknologi serta potensi batu bara Indonesia untuk diolah menjadi minyak.

“Nanti beberapa sedang dievaluasi lah,” kata Tri.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian pangan dan energi sebagai fondasi agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dan tidak bergantung pada negara lain. Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9).

Baca Juga: Prabowo Ungkap Rencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung rencana membuat bensin dari batu bara setelah berhasil membuat solar dari kelapa sawit.

“Sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit. Dan, kita juga nanti akan bikin juga, bensin dari batu bara,” kata Prabowo.

(Sumber: Antara)

x|close