Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, mengumumkan pengalihan anggaran sebesar Rp3,7 triliun yang difokuskan untuk memperkuat dukungan kepada para petani jagung dan peternak rakyat demi menjaga keberlanjutan usaha mereka.
Kebijakan tersebut disampaikan Amran saat menghadiri agenda Sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan bersama para peternak ayam petelur mikro yang bertempat di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Kamis (5/11).
Ia menjelaskan bahwa keputusan pengalihan anggaran ini merupakan bentuk nyata respons cepat pemerintah atas aspirasi dan tuntutan yang sebelumnya disuarakan oleh perwakilan peternak dari berbagai daerah, termasuk Blitar, melalui aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian Pertanian di Jakarta.
Dana jumbo tersebut didapatkan melalui langkah efisiensi dan pemangkasan secara ketat pada pos-pos belanja non-prioritas, seperti anggaran seminar di hotel, perjalanan dinas, hingga proyek rehabilitasi kantor.
"Kami hari ini tunaikan janji. Setelah perwakilan peternak seluruh Indonesia, termasuk Blitar menemui kami di Jakarta, kami potong anggaran biaya seminar di hotel, perjalanan dinas, hingga rehab kantor," tegas Amran.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa alokasi anggaran tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem peternakan nasional yang terintegrasi secara utuh dari hulu ke hilir, yang mencakup penguatan pasokan bahan baku pakan ternak hingga penyerapan hasil produksi peternak di tingkat bawah.
Pemerintah juga turut mendorong penguatan Koperasi Merah Putih sebagai wadah konsolidasi bagi peternak lokal, tanpa berniat mengganggu eksistensi koperasi yang telah lebih dulu berjalan di tengah masyarakat.
Melalui skema terpadu ini, hasil panen jagung dari para petani lokal diharapkan dapat langsung terserap untuk memenuhi kebutuhan pakan para peternak. Sementara itu, Perum Bulog diinstruksikan untuk mengambil peran strategis dalam menyerap surplus produksi jagung melalui pemanfaatan sistem resi gudang guna menjamin ketersediaan pasokan selama menghadapi musim paceklik.
Di samping mengamankan pasokan pakan, pemerintah juga menggenjot penyerapan telur dari peternak guna mengatrol sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.
Amran menyebutkan bahwa pemerintah mematok target harga pembelian telur minimal pada angka Rp24.000 per kilogram, yang disesuaikan dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Guna memastikan aturan tersebut berjalan di lapangan, pemerintah telah berkoordinasi erat dengan jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk mengawasi rantai distribusi serta menindak tegas segala bentuk praktik perdagangan curang yang merugikan peternak rakyat.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan pihaknya telah menyiapkan alokasi dana bergulir senilai Rp30 miliar untuk mendanai pembelian telur dari peternak mikro di berbagai wilayah Indonesia.
Aksi penyerapan telur ini nantinya akan disinergikan langsung dengan kebutuhan pasokan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk pemenuhan logistik bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Bulog hadir langsung membeli telur-telur peternak mikro yang kemarin sempat jatuh. Kami mengucurkan anggaran Rp30 miliar sebagai dana bergulir untuk menstabilkan harga telur pada kisaran HPP Rp24.000 hingga Rp26.000 per kilogram," ujar Rizal.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Perum Bulog turut menyerahkan secara simbolis 180 ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada 18 perwakilan koperasi peternak mikro. Komoditas jagung tersebut dipatok dengan harga terjangkau, yakni Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Ini Cara Daftar Program Petani Milenial, Gaji Rp10 Juta per Bulan dari Mentan Amran Sulaiman
Selain itu, sinergi antara Perum Bulog dan ID FOOD juga digulirkan melalui pelaksanaan program pembelian telur ayam dari peternak mikro senilai total Rp30 miliar yang akan disalurkan secara bertahap ke seluruh Indonesia hingga Desember 2026.
Melalui intervensi komprehensif berupa jaminan pasokan jagung pakan murah dan stabilisasi penyerapan telur rakyat ini, pemerintah optimistis beban biaya produksi peternak dapat ditekan, fluktuasi harga dapat dikendalikan, dan masa depan usaha peternakan rakyat di tanah air dapat terus bertahan serta berkembang.
(Sumber: Antara)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kebijakan dukungan pemerintah bagi peternak ayam petelur mikro dalam kegiatan sinergi BUMN pangan di Desa Slemanan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11/2026). (Antara)