Survei 2 Tahun Prabowo-Gibran: Seskab Teddy Puncaki Pejabat Berkinerja Terbaik, Mentan Amran Menyusul

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Okt 2026, 10:48
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan pernyataan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 7 April 2026. ANTARA/Fathur Rochman Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan pernyataan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 7 April 2026. ANTARA/Fathur Rochman (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo telah melakukan delapan kali reshuffle terhadap jajaran pembantunya di Kabinet Merah Putih sepanjang dua tahun pemerintahan.

Pergantian menteri ataupun kepala badan/lembaga lainnya merupakan hak prerogatif Presiden, meskipun demikian publik memiliki penilaian sendiri terhadap kinerjanya.

Survei Indonesia Center for Politics & Law Studies (IndocPolls) menyampaikan bahwa Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dinilai sebagai pejabat terbaik dengan penilaian sebesar 15,8 persen.

Angkanya tidak terpaut jauh dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang meraih 13,6 persen.

Baca juga: Seskab Teddy: Menlu Singapura Memohon Sekali Bertemu Presiden Prabowo

Sebaliknya, penilaian terburuk terhadap menteri/kepala badan disandang oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, hanya sebesar 0,17 persen. 

Disusul oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang dinilai buruk 0,25 persen.

“Pada momen dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, penilaian terbaik menteri/kepala badan diraih oleh Seskab Teddy, sedang Nusron Wahid menjadi yang terburuk,” ucap Direktur Komunikasi IndocPolls Taufik Ch dalam keterangan tertulis, Sabtu 31 Oktober 2026.

Menteri/Kepala Badan Penilaian Terbaik

Taufik menjelaskan Seskab Teddy dinilai unggul terkait posisi strategisnya yang sangat dekat dengan Presiden Prabowo dan tugasnya untuk menjembatani koordinasi dengan jajaran menteri dan pejabat lainnya.

“Di tengah tantangan berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah maupun langkah-langkah kebijakan yang diambil, Teddy berhasil menyelaraskan hingga mengkomunikasikannya kepada publik,” ungkap Taufik.

Penilaian terbaik itu juga tidak dilepaskan dari popularitas Teddy yang sudah didapatkan sebelum menjabat sebagai Seskab. 

“Meskipun ada pandangan miring hingga kritik terhadap cara Teddy menjalankan tugasnya, tetapi secara umum publik menilai positif peran Teddy dalam pemerintahan Prabowo-Gibran,” tandas Taufik.

Sementara itu Mentan Amran dikenal publik sebagai “panglima” di sektor pertanian yang kinerjanya sudah terjadi sejak era Presiden Jokowi, hingga kembali dipercaya oleh Prabowo pada bidang yang sama.

“Dalam setahun pemerintahan, Amran berhasil mewujudkan ambisi Prabowo agar Indonesia berhasil meraih swasembada pangan sesingkat-singkatnya,” terang Taufik. 

Di bawah komando Amran, produksi beras nasional terus meningkat diserta serapan cadangan beras pemerintah (CBP) yang sangat tinggi.

Baca juga: Seskab Teddy: Komitmen Presiden Prabowo Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Pada pertengahan Juli 2026, CBP mencetak rekor tertinggi sejak kemerdekaan Indonesia dengan menyentuh angka 5,4 juta ton. 

“Di tengah tantangan kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta serangkaian bencana, besarnya produksi beras memberikan penyangga bagi potensi penurunan pada tahun ini,” ujar Taufik.

Menteri-menteri lain yang dinilai terbaik kinerjanya adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti (6,5 persen), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (5,2 persen), dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (3,8 persen).

Berikutnya ada Menteri Agama Nasaruddin Umar (3,5 persen), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (3,3 persen), serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (2,7 persen). 

Lalu ada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (2,1 persen) dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (2,0 persen).

Di luar 10 besar, ada nama-nama seperti Menteri HAM Natalius Pigai (1,8 persen), Menko Ekonomi Airlangga Hartarto (1,7 persen), Menteri Luar Negeri yang baru Armanatha Nasir (1,5 persen), hingga Menko Polkam Dudung Abdurachman (1,2 persen). 

Menteri Penilain Buruk Kinerjanya

Sorotan luas terhadap kasus korupsi yang menyeret sejumlah pejabat Kementerian ATR/BPN menjadi biang buruknya penilaian publik terhadap Nusron Wahid. 

“Berkali-kali mangkir dari pemeriksaan KPK, Nusron disebut berada di luar negeri hingga muncul desakan untuk dipanggil paksa,” kata Taufik.

Menteri lainnya yang dinilai paling buruk adalah Menteri PU Dody Hanggodo, berkaitan dengan sejumlah kontroversi dari sikapnya yang dinilai arogan terhadap anak buahnya sendiri, hingga bocornya surat perjalanan dinas ke Amerika yang mengikutsertakan keluarganya beberapa waktu yang lalu.

“Kombinasi antara lemahnya kebijakan dan program dengan pernyataan yang menimbulkan kegaduhan memberi penilaian buruk terhadap sejumlah menteri/kepala badan,” jelas Taufik.

Misalnya, menteri-menteri yang membidangi program Koperasi Desa seperti Menteri Desa Yandri Susanto (0,33 persen) dan Menteri Koperasi Ferry Julianto (0,42 persen). 

Baca juga: Survei 2 Tahun Kabinet Merah Putih: Seskab Teddy Terpopuler, Mentan Amran Terbaik

Lalu Menteri Perumahan Maruarar Sirait (0,33 persen), di mana program pembangunan 3 juta rumah tidak kunjung mencatatkan keberhasilan yang signifikan. 

Menteri lainnya yang dinilai buruk kinerjanya adalah Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana (0,33 persen). 

Berikutnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahu Trenggono, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, masing-masing sebesar 0,42 persen.

“Karhutla yang melanda berbagai wilayah dan kejadian kecelakaan transportasi berupa tenggelamnya kapal-kapal penyeberangan berkontribusi terhadap penilaian buruk oleh publik,” pungkas Taufik. Selebihnya masih ada 4,8 persen menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

Survei IndocPolls dilakukan pada 15-20 Oktober 2026, dengan jumlah responden 1200 orang mewakili 38 provinsi yang diwawancarai secara tatap muka. Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error ±2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.