Seskab Teddy: Menlu Singapura Memohon Sekali Bertemu Presiden Prabowo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Okt 2026, 10:41
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan (kanan) di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Selasa (23/4/2024). ANTARA/HO-Biro Humas Setjen Kemhan RI. Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan (kanan) di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Selasa (23/4/2024). ANTARA/HO-Biro Humas Setjen Kemhan RI. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto diagendakan untuk menerima Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan hari ini, Rabu, 28 Oktober 2026. Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat dikonfirmasi wartawan.

Seskab Teddy mengatakan, Menlu Vivian mendadak mengunjungi Indonesia dan memohon untuk bertemu Presiden Prabowo. Atas permintaan itu, Prabowo akan menerima Menlu Singapura pada sore hari ini.

"Oh iya, sejak kemarin pagi mendadak Menlu Singapura datang ke Indonesia dan mohon waktu sekali bertemu Pak Presiden. Nanti sore akan diterima sebentar," kata Seskab Teddy.

Seskab meminta wartawan untuk mengonfirmasi kepastian agenda pertemuan Prabowo dengan Vivian Balakrisnan tersebut kepada Menlu RI Arrmanatha Nasir.

"Tanya Pak Menlu saja pastinya ya,” katanya.

Di tengah berbagai agenda kenegaraan, Presiden Prabowo tetap memberikan perhatian terhadap upaya menjaga hubungan baik dan memperkuat komunikasi dengan negara-negara sahabat, khususnya negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Partisipasi Warga Palestina dalam Pemilu Israel Diprediksi Tembus 70 Persen

Sebelumnya Menlu RI Arrmanatha Nasir menerima Menlu Singapura Vivian Balakrishnan dalam rangka pertemuan bilateral di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026 sore. Pertemuan tersebut dilangsungkan di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.

Menlu Arrmanatha menyambut langsung kedatangan Menlu Vivian dengan jabat tangan yang akrab. Setelah mengisi buku tamu sebelum berfoto bersama untuk media, kedua menlu melanjutkan pertemuan bilateral dengan dialog empat mata secara tertutup.

Dalam pernyataan bersama seusai pertemuan, Arrmanatha Nasir menyarankan pembentukan satuan tugas bersama untuk menindak korporasi yang menjadi dalang dan penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.
“Kami membahas pembentukan satuan tugas bersama untuk memperkuat tanggung jawab dunia usaha,” kata Tata, sapaan Arrmanatha Nasir.

Satuan tugas tersebut akan menghubungkan pertukaran informasi, intelijen keuangan, dan pengumpulan bukti lintas batas. Selain itu, jika memungkinkan, pemulihan aset.

“Tidak boleh ada batasan yang melindungi pihak-pihak yang memperoleh keuntungan dari pembakaran hutan kita,” ucap dia.

Tata menjelaskan kerja sama ini akan menelusuri aliran dana yang korporasi tersebut. Menurutnya, Singapura telah menawarkan bantuan berupa berbagi data mengenai perusahaan-perusahaan yang terkait dengan kebakaran hutan dan lahan.

“Kami menyambut tawaran ini sebagai peluang yang sangat berharga,” ujar dia.

Menurut Tata, kerja sama ini akan membuka peluang bagi tantangan bersama untuk mengatasi praktik underinvoicing. “Praktik-praktik tersebut menggerus penerimaan negara yang seharusnya digunakan untuk membangun sekolah, rumah sakit, dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat kita,” kata dia.

x|close