Listrik Kuba Padam Total, Negara Penug Gulita

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Sep 2026, 10:43
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera Kuba. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. Arsip foto - Bendera Kuba. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Havana - Jaringan listrik nasional Kuba mengalami kolaps total pada Jumat, 18 September 2026. Kondisi tersebut membuat seluruh wilayah pulau kehilangan aliran listrik di tengah krisis energi yang masih berlangsung.

Serikat Listrik Kuba atau Unión Eléctrica (UNE) mengumumkan sistem kelistrikan nasional mengalami “pemutusan total”. Proses pemulihan langsung dijalankan setelah gangguan tersebut terjadi.

“Telah terjadi pemutusan total Sistem Kelistrikan Nasional. Protokol pemulihan sudah mulai diaktifkan,” kata UNE melalui akun resminya di platform X, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Minggu, 20 September 2026.

UNE menyatakan penyelidikan segera dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan. Informasi mengenai perkembangan pemulihan akan disampaikan secara berkala.

Pemadaman kali ini menambah daftar gangguan listrik berskala nasional yang terjadi di Kuba sepanjang 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur listrik yang sudah tua, keterbatasan pasokan bahan bakar, hingga kapasitas pembangkit yang tidak mencukupi.

Kuba sebelumnya mengalami pemadaman listrik nasional pada Juli dan kembali menghadapi gangguan besar pada 2 Agustus. Insiden Jumat menjadi pemadaman terbaru yang kembali membuat sistem kelistrikan nasional mengalami keruntuhan.

Gangguan listrik terjadi setelah Havana dan sejumlah daerah lainnya menghadapi defisit pasokan listrik dalam waktu cukup lama. Di ibu kota Kuba, beberapa kawasan bahkan dilaporkan mengalami pemadaman yang berlangsung lebih dari 30 jam dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi pembangkit listrik tenaga termal yang semakin menurun, ditambah kelangkaan bahan bakar dan berbagai kendala dalam menjaga kapasitas pembangkitan, turut memberikan tekanan terhadap sistem kelistrikan Kuba.

Baca Juga: Dua Anak Tewas Tenggelam di Serang, Awalnya Main-main dalam Kubangan

Kementerian Energi dan Pertambangan Kuba sebelumnya menjelaskan bahwa persoalan pasokan listrik dipicu oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan. Di antaranya adalah infrastruktur yang menua, keterbatasan bahan bakar, serta gangguan pada fasilitas pembangkit.

Energi terbarukan memang mulai memberikan tambahan kapasitas listrik, tetapi pembangkit listrik tenaga termal masih menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan energi Kuba.

Dampak krisis listrik juga meluas ke berbagai layanan publik. Sejumlah fasilitas penting, termasuk jaringan air dan telekomunikasi, ikut terdampak akibat pemadaman.

Pemerintah Kuba sebelumnya menuding kebijakan dan pembatasan yang diberlakukan Amerika Serikat, khususnya yang berdampak terhadap pasokan bahan bakar, turut memperburuk kondisi krisis energi.

Washington memiliki pandangan berbeda. Pemerintah AS menyebut permasalahan ekonomi dan infrastruktur yang dihadapi Kuba berkaitan dengan kebijakan yang diterapkan pemerintah negara tersebut.

Setelah sistem kelistrikan nasional mengalami pemutusan total, otoritas Kuba kini memusatkan upaya untuk mengaktifkan kembali jaringan listrik dan memulihkan pasokan ke berbagai wilayah.

TERKINI

Listrik Kuba Padam Total, Negara Penug Gulita

Luar Negeri Minggu, 20 Sep 2026 | 10:43 WIB

AS, Denmark, dan Greenland Sepakat Perkuat Kehadiran Militer

Luar Negeri Minggu, 20 Sep 2026 | 10:33 WIB

Menhan Israel Usul Turki Tampung Anggota Hamas dari Gaza

Luar Negeri Minggu, 20 Sep 2026 | 10:22 WIB

Diserang Hiu Saat Berenang, Seorang Pria Langsung Tewas

Luar Negeri Minggu, 20 Sep 2026 | 10:12 WIB

Salah Putar Lagu Kebangsaan Korut, Korsel Geram di Asian Games

Luar Negeri Minggu, 20 Sep 2026 | 09:52 WIB

Trump Sebut 3 Media Sebagai Penyebar Hoax

Luar Negeri Minggu, 20 Sep 2026 | 09:52 WIB

Iran Eksekusi Mati Lagi Pria yang Jadi Mata-mata Israel

Luar Negeri Minggu, 20 Sep 2026 | 09:43 WIB

Bom Bunuh Diri Guncang Markas Polisi Pakistan, 31 Orang Tewas

Luar Negeri Minggu, 20 Sep 2026 | 09:28 WIB
Load More
x|close