Ntvnews.id, Brasilia - Kepolisian Brasil menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam sedikitnya 16 kasus pembunuhan sejak Mei 2026. Tersangka ditangkap ketika berusaha melarikan diri dengan menyamar sebagai seorang wanita sambil menggendong bayi.
Dilansir dari AFP, Minggu, 20 September 2026, tersangka bahkan mengaku telah membunuh hingga lebih dari empat kali lipat jumlah korban yang sejauh ini dikonfirmasi polisi. Ia ditangkap pada Minggu setelah polisi melakukan pengejaran selama sekitar 30 jam di kawasan hutan di negara bagian Paraiba, Brasil timur laut.
Ketika ditemukan aparat, pria tersebut mengenakan gaun dan wig hitam panjang. Kepada polisi, ia mengaku menggunakan pakaian tersebut sebagai bentuk penyamaran untuk menghindari penangkapan.
Polisi juga menyebut tersangka tengah menggendong seorang bayi saat diamankan. Media lokal melaporkan bayi tersebut tidak memiliki hubungan keluarga dengan tersangka. Namun, kepolisian belum menjelaskan secara rinci kondisi bayi maupun bagaimana bayi tersebut berada bersama tersangka.
"Meskipun tersangka mengaku terlibat dalam 80 pembunuhan, kepolisian sipil telah mengonfirmasi keterlibatannya dalam 16 pembunuhan di wilayah tersebut, di mana 11 di antaranya ia akui saat pemeriksaan," kata petugas kepolisian.
Baca Juga: Geger Penikaman di Pusat Perbelanjaan Sejumlah Orang Terluka
Ke-16 kasus pembunuhan yang dikaitkan dengan tersangka seluruhnya terjadi sejak Mei. Hingga kini, aparat belum mengungkap identitas para korban maupun detail dari masing-masing kasus kepada publik.
Beberapa pekan sebelum penangkapan tersebut, tersangka sempat berhasil meloloskan diri ketika polisi berupaya menangkapnya. Saat itu terjadi bentrokan dengan aparat keamanan yang mengidentifikasinya sebagai bagian dari kelompok kriminal yang dikenal memiliki tingkat kekerasan ekstrem.
Dalam video pemeriksaan, pria tersebut mengklaim dirinya melakukan aksi pembunuhan seorang diri. Ia juga membantah mempunyai keterkaitan dengan kelompok kejahatan terorganisir.
Sebaliknya, tersangka mengatakan para korbannya memiliki 'hubungan dengan dunia kriminal'. Ia mengaku membunuh mereka sebagai bentuk tindakan sendiri setelah merasa mendapat ancaman terhadap dirinya maupun keluarganya.
"Saya tidak pernah bertindak melawan pria berkeluarga, seorang ibu, atau pekerja keras," ujarnya, sembari membantah bahwa dirinya adalah seorang psikopat.
Tersangka juga mengaku pertama kali melakukan pembunuhan ketika berusia 13 tahun. Dalam upaya penangkapan sebelumnya, polisi menyita sejumlah perlengkapan, termasuk rompi antipeluru, popor senapan mesin ringan, serta lebih dari 100 butir amunisi.
Saat menjalani pemeriksaan, pria tersebut mengakui bahwa barang-barang yang diamankan polisi itu merupakan miliknya.
Ilustrasi Penikaman (Istimewa)