Bom Bunuh Diri Guncang Markas Polisi Pakistan, 31 Orang Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Sep 2026, 09:28
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Ilustrasi ledakan bom. Ilustrasi ledakan bom. (Antara)

Ntvnews.id, Islamabad - Serangan bom bunuh diri mengguncang kompleks markas kepolisian di Pakistan. Sedikitnya 31 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang juga diwarnai baku tembak tersebut.

"Sejauh ini, sedikitnya 31 orang, termasuk 16 anggota polisi tewas dan lebih dari 100 orang terluka dalam serangan militan dan pengeboman bunuh diri tersebut," kata pejabat senior kepolisian Pakistan dilansir dari AFP, Minggu, 20 September 2026.

Serangan terjadi di kompleks Old Police Lines di Kohat, Pakistan, pada Jumat, 18 September 2026 sore waktu setempat. Selain ledakan bom bunuh diri, kontak tembak antara aparat dan kelompok militan juga berlangsung di area tersebut.

Kompleks Old Police Lines merupakan markas kepolisian tingkat distrik. Sejumlah kantor penting berada di dalamnya, termasuk Departemen Kontra-Terorisme (CTD), Divisi Intelijen Khusus atau Special Branch, serta beberapa unit kepolisian lainnya.

Baca Juga: VIDEO: Rumah di Bogor Ludes Terbakar, Sebelumnya Terdengar Suara Ledakan

Situasi di lokasi belum sepenuhnya terkendali setelah sejumlah militan dilaporkan masih berada di salah satu bagian kompleks kepolisian.

"Beberapa militan masih bertahan di dalam bagian Special Branch di kompleks kepolisian Kohat," ungkap pejabat kepolisian Pakistan kepada AFP.

Baku tembak antara aparat dan para militan masih berlangsung hingga larut malam. Pihak kepolisian juga belum mengetahui jumlah pasti militan yang masih berada di dalam kompleks tersebut.

"Baku tembak dengan mereka telah berlangsung sejak larut malam tadi. Jumlah pasti mereka belum diketahui," tambah pejabat itu.

Pemerintah Pakistan mengaitkan meningkatnya serangan militan dengan aktivitas kelompok bersenjata yang disebut berasal dari Afghanistan. Namun, pemerintah Taliban di Afghanistan membantah adanya keterlibatan pihaknya dalam serangan tersebut.

x|close