Ntvnews.id, New Delhi - Sebuah kapal perang India dilaporkan bertabrakan dengan kapal Angkatan Laut Pakistan di perairan Laut Arab pada pekan ini. Pemerintah India kemudian memanggil diplomat senior Pakistan di New Delhi pada Rabu, 16 September 2026 untuk menyampaikan protes keras terkait insiden tersebut.
Dilansir dari AFP, Kamis, 17 September 2026, India menuding Angkatan Laut Pakistan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tabrakan yang berlangsung di perairan internasional Laut Arab pada Selasa, 15 September 2026 malam waktu setempat.
"Protes keras telah disampaikan kepadanya (diplomat senior Pakistan-red) terkait tindakan yang tidak dapat diterima dan tidak profesional dari unit-unit Angkatan Laut Pakistan di lautan, yang berujung pada tabrakan dengan sebuah unit Angkatan Laut India," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri India.
Kementerian Luar Negeri India menyatakan kecelakaan tersebut berlangsung di wilayah perairan internasional. Meski demikian, insiden itu "tidak menyebabkan kerusakan berarti".
Penyebab pasti tabrakan antara kedua kapal belum diketahui. Namun, seorang pejabat senior India menuding kapal Pakistan melakukan "manuver tidak aman" ketika insiden berlangsung di bagian utara Laut Arab pada Selasa, 15 September 2026 malam.
"Sebuah kapal Angkatan Laut Pakistan mendekati kapal perang garis depan India yang sedang menjalankan misi pengintai rutin... dengan kecepatan tinggi, melakukan manuver secara tidak profesional dan tidak aman," ujar pejabat India yang tidak disebutkan identitasnya tersebut kepada AFP.
Baca Juga: Apa Itu Pakta Makkah Saudi-Pakistan-Turki di Tengah Ketegangan Timur Tengah?
Kementerian Luar Negeri India juga menyebut diplomat Pakistan di New Delhi telah diminta menyampaikan pesan kepada pemerintah Islamabad mengenai "perlunya seluruh unit militer untuk bertindak sangat hati-hati dan mematuhi ketentuan dalam perjanjian terkait antara kedua pihak guna mencegah terulangnya insiden serupa".
Hingga kini, pemerintah Pakistan belum memberikan respons langsung terhadap protes yang disampaikan India.
India dan Pakistan merupakan dua negara bertetangga yang selama bertahun-tahun terlibat persaingan sengit. Kedua negara juga sama-sama memiliki senjata nuklir serta menyimpan sejarah ketegangan yang panjang.
Kedua negara tercatat telah beberapa kali terlibat konflik bersenjata, terutama akibat sengketa wilayah Kashmir yang sama-sama mereka klaim. Ketegangan tersebut membuat New Delhi dan Islamabad menempatkan puluhan ribu personel militer lengkap dengan persenjataan di sepanjang perbatasan kedua negara.
Pada Mei 2025, India dan Pakistan kembali terlibat konflik selama empat hari yang menewaskan sejumlah orang. Bentrokan tersebut pecah setelah kelompok bersenjata menyerang dan menewaskan puluhan wisatawan, mayoritas di antaranya merupakan warga beragama Hindu, di wilayah Kashmir.
India kemudian menuding Pakistan berada di balik serangan tersebut. Namun, pemerintah Islamabad dengan tegas membantah tuduhan yang dilayangkan New Delhi.
Ilustrasi perbatasan India dan Pakistan. (Antara)