Ntvnews.id, Taipei - Produsen cip asal Amerika Serikat (AS), Micron Technology, menyiapkan bonus besar bagi karyawannya di Taiwan. Untuk tahun fiskal 2026, perusahaan akan memberikan insentif yang nilainya setara dengan 35 hingga 68 bulan gaji.
Pemberian bonus jumbo tersebut dilakukan ketika hubungan antara manajemen Micron dan serikat pekerja di Taiwan masih diwarnai perselisihan. Melalui skema baru itu, karyawan setidaknya akan memperoleh kompensasi tunai sebesar 1,7 juta dollar Taiwan atau sekitar Rp944 juta.
Dilansir dari Reuters, Rabu, 16 September 2026, Micron menyebut paket insentif tersebut sebagai pembayaran terbesar yang pernah diberikan dalam sejarah perusahaan.
Tak hanya karyawan di Taiwan, lebih dari 60.000 pekerja Micron di berbagai negara juga akan memperoleh imbalan untuk tahun fiskal 2026. Pemberian tersebut dilakukan setelah perusahaan mencatatkan kinerja yang disebut luar biasa sepanjang tahun fiskal tersebut.
Untuk karyawan Taiwan yang mulai bekerja sebelum 29 Agustus 2025, Micron menyiapkan bonus tunai sebesar 1 juta dollar Taiwan atau sekitar Rp555 juta.
Sementara itu, insinyur yang berada pada jenjang awal karier akan menerima total imbalan rata-rata sebesar 3,4 juta dollar Taiwan atau sekitar Rp1,8 miliar.
Baca Juga: Hemat Anggaran, PM Prancis Bakal Potong Gaji Menteri
Total tersebut terdiri atas kompensasi tunai rata-rata senilai 2,9 juta dollar Taiwan atau sekitar Rp1,6 miliar. Sisanya diberikan dalam bentuk hibah saham berdasarkan nilai penetapan. Micron juga memastikan seluruh karyawan memperoleh hibah ekuitas tahunan.
Besarnya paket imbalan diumumkan setelah anggota serikat pekerja yang mewakili sekitar dua pertiga tenaga kerja Micron di Taiwan memberikan dukungan luas terhadap rencana aksi mogok.
Serikat pekerja Taoyuan mengatakan hingga Jumat belum tercapai kesepakatan dengan pihak manajemen Micron. Mereka masih mendesak perusahaan mengubah sistem pemberian imbalan dengan mengalokasikan 15 persen laba operasional untuk bonus karyawan.
"Jika perusahaan tidak merespons tuntutan ini, serikat pekerja akan terus bergerak menuju aksi mogok kerja," tegas pihak serikat pekerja Taoyuan.
Micron saat ini memiliki sekitar 15.000 pekerja di Taiwan. Negara tersebut menjadi salah satu basis manufaktur utama perusahaan dengan total nilai investasi yang telah mencapai lebih dari 1,6 triliun dollar Taiwan.
Pemberian bonus besar tersebut sekaligus menjadi upaya Micron untuk mencegah terjadinya gangguan produksi akibat aksi mogok seperti yang sebelumnya mengancam rivalnya asal Korea Selatan, Samsung Electronics.
Pada Mei lalu, sekitar 48.000 anggota serikat pekerja Samsung sempat merencanakan aksi mogok selama 18 hari. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan pada tahap akhir setelah kedua pihak mencapai kesepakatan mengenai akumulasi bonus sebesar 10,5 persen dari laba operasional divisi cip.
Sebelumnya, serikat pekerja Micron di Taiwan juga menyoroti sistem pembagian keuntungan yang diterapkan Samsung dan SK Hynix. Menurut mereka, skema tersebut turut memperbesar kesenjangan pendapatan antara pekerja Micron dengan para pekerja di perusahaan cip Korea Selatan.
Ilustrasi Gajian (Pixabay)