Kereta Api Belanda Lumpuh, Diduga Sabotase

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Sep 2026, 07:03
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Bendera Belanda Bendera Belanda (Pixabay)

Ntvnews.id, Amsterdam - Layanan kereta api di sebagian besar wilayah Belanda mengalami kelumpuhan pada Selasa, 15 September 2026 waktu setempat. Gangguan tersebut diduga berkaitan dengan aksi sabotase terkoordinasi setelah ditemukan sejumlah benda yang sengaja ditempatkan di atas rel di beberapa lokasi.

Dilansir dari AFP, Rabu, 16 September 2026, operasional kereta di sebagian besar wilayah tengah dan timur Belanda terhenti setelah otoritas menemukan material yang diletakkan di jalur kereta api.

"Ditemukan material-material pada jalur rel di beberapa lokasi yang sengaja diletakkan di sana," kata operator kereta api Belanda, ProRail, dalam pernyataannya.

Benda-benda tersebut menyebabkan sistem pada sejumlah bagian jalur mengalami gangguan. ProRail menduga ada tindakan sabotase di balik penempatan material tersebut.

"Hal ini menyebabkan gangguan fungsi pada bagian jalur tersebut. Tampaknya ada unsur sabotase yang terlibat," demikian menurut pernyataan tersebut.

ProRail menjelaskan, sistem komputer pada jaringan perkeretaapian secara otomatis membaca keberadaan benda di atas rel sebagai indikasi bahwa jalur sedang digunakan. Akibatnya, sistem menganggap terdapat kereta yang berada di bagian jalur tersebut meskipun tidak ada rangkaian kereta yang melintas.

Sistem kemudian secara otomatis mengubah seluruh sinyal di area terdampak menjadi merah. Kondisi tersebut membuat kereta tidak diperbolehkan melewati jalur yang mengalami gangguan.

Baca JugaWarga Bogor Tewas Tenggelam di Curug Belanda

Juru bicara ProRail, Joke van der Cruysen, mengatakan sebuah rangkaian kereta bahkan sempat menabrak salah satu benda yang ditempatkan di atas rel. Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban luka.

Hingga kini, pihak yang memasang benda-benda tersebut serta alasan di balik tindakan itu masih belum diketahui. Kepolisian Belanda telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif aksi tersebut.

"Siapa yang bertanggung jawab atas hal ini dan apa motifnya belum diketahui," kata pihak ProRail.

ProRail belum dapat memastikan kapan perjalanan kereta api di wilayah terdampak akan kembali berjalan seperti biasa. Penanganan terhadap gangguan pada jalur masih dilakukan oleh pihak terkait.

Dampak insiden tersebut tidak hanya dirasakan pengguna kereta api. Lalu lintas kendaraan di jalan raya juga ikut terganggu karena sejumlah pintu perlintasan kereta mengalami masalah akibat gangguan pada sistem perkeretaapian.

Insiden tersebut membuat aktivitas transportasi di sejumlah wilayah Belanda terganggu secara luas. Dugaan sabotase kini menjadi fokus penyelidikan untuk mengetahui siapa yang berada di balik aksi penempatan benda di jalur kereta dan apa tujuan mereka.

x|close