Trump Peringatkan Zelensky Hentikan Serangan ke Rusia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Sep 2026, 10:16
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, 18 Agustus 2025. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, 18 Agustus 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menghentikan serangan terhadap kilang diesel dan fasilitas bahan bakar di Rusia. Menurut Trump, aksi tersebut mengganggu pasokan diesel global dan turut mendorong kenaikan harga bahan bakar.

DIlansir dari AFP, Selasa, 15 September 2026, rump menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One saat dalam perjalanan kembali ke AS setelah kunjungannya ke Irlandia pada Minggu, 13 September 2026. Ia menilai serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia memberikan dampak terhadap pasokan bahan bakar dunia.

"Masalah yang saya lihat terkait Ukraina dan Rusia adalah bahwa banyak pasokan diesel berasal (...) dari Rusia, dan fasilitas-fasilitas Rusia itu diserang oleh Ukraina," kata Trump.

Trump kemudian secara langsung meminta Zelensky menghentikan serangan terhadap fasilitas bahan bakar diesel di Rusia.

"Ada satu hal yang harus dilakukan Tuan Zelensky. Dia harus berhenti melumpuhkan fasilitas bahan bakar diesel di Rusia," cetusnya.

Trump mengatakan Ukraina masih dapat menyerang sasaran lain yang berkaitan dengan perang. Namun, dia meminta fasilitas produksi diesel tidak dijadikan target karena serangan tersebut dinilai berdampak luas terhadap pasokan bahan bakar.

Baca Juga: Zelensky Sebut Negosiasi Damai Rusia-Ukraina Bisa Dilanjutkan

"Silakan saja dia menyerang target-target lainnya, tetapi jangan fasilitas bahan bakar diesel, karena tindakannya itu menyebabkan kelangkaan diesel. Ini bukan disebabkan oleh Timur Tengah, melainkan akibat dari situasi yang terjadi antara Rusia dan Ukraina," ujar Trump dalam pernyataannya.

Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya telah membahas peningkatan serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia dengan Zelensky. Serangan semacam itu disebut meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

"Masih banyak target lainnya. Jangan menyerang fasilitas bahan bakar diesel karena itu merugikan. Serangan itu merugikan dunia," ucap Presiden AS tersebut.

Trump kembali menegaskan bahwa dirinya telah menyampaikan permintaan tersebut secara langsung kepada Zelensky.

"Saya telah meminta Presiden Zelensky untuk tidak menyerang fasilitas diesel maupun kilang-kilang tersebut," tandasnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. <b>(Antara)</b> Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

Ukraina diketahui telah melancarkan serangan terhadap sejumlah kilang minyak Rusia yang berada ratusan kilometer dari perbatasan kedua negara. Di sisi lain, Rusia juga meningkatkan serangan jarak jauh ke wilayah Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, yang berdampak pada bertambahnya korban dari kalangan sipil.

Kyiv disebut melancarkan serangan drone dalam jumlah yang mencapai rekor ke wilayah Rusia. Sementara itu, Moskow meningkatkan serangan rudal hingga mencapai jumlah tertinggi yang pernah tercatat.

x|close