Ntvnews.id, Doha - Penerbangan Virgin Australia dari Melbourne menuju Doha berubah tegang setelah dua penumpang pria terlibat keributan. Keduanya tidak hanya terlibat adu mulut, tetapi juga disebut melakukan kekerasan terhadap awak kabin.
Dilansir dari New York Post, Selasa, 15 September 2026, insiden tersebut terjadi dalam penerbangan VA7 pada Jumat sore. Pesawat yang bertolak dari Melbourne itu diketahui menuju Doha.
Keributan antara kedua penumpang bahkan berujung pada penyerangan terhadap awak kabin. Berdasarkan kesaksian penumpang, seorang awak kabin diludahi dan disundul oleh salah satu pria tersebut.
Salah satu dari kedua penumpang itu juga dilaporkan sempat mengancam akan menggunakan senjata api. Situasi tersebut membuat kondisi di dalam kabin semakin mengkhawatirkan.
Melihat keributan yang tidak kunjung mereda, sejumlah penumpang kemudian turun tangan untuk membantu awak kabin mengendalikan kedua pria tersebut. Sebanyak tujuh orang disebut terlibat dalam upaya melumpuhkan keduanya dengan bantuan pengikat kabel.
Kedua penumpang itu selanjutnya diamankan hingga pesawat tiba di Doha. Setelah mendarat, mereka langsung diserahkan kepada pihak berwenang setempat.
Baca Juga: Menhub Wajibkan Pemeriksaan Pesawat Usai Terdampak Abu Vulkanik
Selama penerbangan yang berlangsung sekitar 10 jam, situasi di dalam pesawat disebut sempat berada dalam kondisi tegang akibat ulah kedua penumpang tersebut.
Setelah pesawat mendarat dan petugas naik ke dalam kabin untuk membawa kedua pria itu, sejumlah penumpang menyambut kedatangan mereka dengan tepuk tangan. Para penumpang juga memberikan apresiasi kepada awak kabin yang dinilai tetap tenang dan profesional selama menghadapi situasi tersebut.
Qatar Airways, yang mengoperasikan penerbangan Virgin Australia tersebut, membenarkan adanya insiden itu. Maskapai menegaskan keselamatan penumpang dan awak kabin menjadi prioritas utama.
"Kami dapat mengonfirmasi bahwa dua penumpang pria terlibat dalam perkelahian fisik di dalam penerbangan VA7 dari Melbourne ke Doha, yang dioperasikan oleh Qatar Airways. Kedua penumpang tersebut dilumpuhkan dan, setibanya di Doha, diserahkan kepada pihak berwenang setempat," kata maskapai.
ilustrasi pesawat. (Pixabay)