Sekeluarga Warga Kediri Diduga Jadi Penumpang KM Virgo Transport 8

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Sep 2026, 09:25
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Situasi di rumah yang diduga korban tenggelam Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin, 14 September 2026. Sekeluarga diduga menjadi penumpang KM Virgo Transport 8 yang dilaporkan terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa. Situasi di rumah yang diduga korban tenggelam Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin, 14 September 2026. Sekeluarga diduga menjadi penumpang KM Virgo Transport 8 yang dilaporkan terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa. (Antara)

Ntvnews.id, Kediri - Empat warga Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, diduga berada dalam daftar penumpang KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan hingga terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa.

Lurah Bujel I Wayan Yudianna menyampaikan bahwa salah satu warganya, Winarsih, tercatat sebagai penumpang kapal tersebut. Winarsih diketahui bepergian bersama suami dan kedua anaknya menuju Kalimantan.

"Benar, salah satu warga kami atas nama Winarsih masuk dalam daftar yang ada di kapal Virgo yang tenggelam. Beliau berangkat bersama suami dan dua orang anaknya," kata Yudianna di Kediri, Senin, 14 September 2026.

Hingga kini, keluarga Winarsih masih menanti kepastian mengenai keberadaan keempat anggota keluarga tersebut. Pihak keluarga memperoleh informasi bahwa mereka belum ditemukan dan pencarian oleh tim terkait masih dilakukan.

Baca JugaHelikopter Basarnas Evakuasi Satu Korban Selamat KM Virgo Transport 8

Petugas identifikasi Polres Kediri Kota juga telah mendatangi kediaman keluarga pada Minggu, 13 September 2026 malam. Kedatangan tersebut untuk memberikan informasi mengenai kejadian sekaligus meminta dokumen yang diperlukan dalam proses identifikasi.

Sejumlah dokumen kemudian dibawa keluarga ke Surabaya untuk diserahkan kepada tim identifikasi. Dokumen tersebut salah satunya berupa ijazah yang dapat digunakan sebagai pendukung proses identifikasi, termasuk untuk pencocokan data sidik jari.

"Untuk tes DNA ini masih menunggu dari tim identifikasi yang ada di Surabaya," ujarnya.

Pemerintah Kelurahan Bujel turut mendatangi keluarga untuk mengetahui kebutuhan mereka selama proses pencarian dan identifikasi berlangsung. Pemerintah kelurahan menyatakan siap memberikan bantuan, termasuk dukungan transportasi apabila keluarga perlu pergi ke Surabaya untuk keperluan identifikasi.

Baca JugaJasa Raharja Siapkan Santunan Rp70 Juta bagi Korban KM Virgo Transport 8

KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. <b>(Basarnas)</b> KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. (Basarnas)

Pemerintah Kelurahan Bujel juga tetap berkoordinasi dengan keluarga serta mengikuti perkembangan informasi dari pihak-pihak yang menangani proses pencarian dan identifikasi.

Sigit Sugiarto, salah seorang anggota keluarga korban, menjelaskan bahwa empat keluarganya tersebut berangkat ke Kalimantan karena salah satu anggota keluarga akan bekerja di wilayah tersebut.

Keluarga pertama kali mengetahui kabar kecelakaan kapal dari rekan yang menjadi tujuan perjalanan mereka di Banjarmasin.

"Masih simpang siur menunggu berita. Kami dapat informasinya itu dari Banjarmasin," kata dia.

Keluarga berharap perkembangan pencarian segera membawa kabar baik dan keempat anggota keluarga tersebut dapat ditemukan secepatnya.

KM Virgo Transport 8 diketahui mengalami kondisi miring ke kiri dengan cepat sekitar pukul 01.20 Wita sebelum akhirnya tenggelam. Kapal tersebut tidak memberikan alarm maupun pemberitahuan sebelum kejadian.

Baca Juga: 69 Korban Selamat KM Virgo Transport 8 Jalani Penanganan Medis di Banjarmasin

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh jajaran dan pihak terkait untuk memprioritaskan pada pencarian, evakuasi, serta pendataan penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu 13 Septemb Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh jajaran dan pihak terkait untuk memprioritaskan pada pencarian, evakuasi, serta pendataan penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu 13 Septemb

Kapal yang mengangkut 243 penumpang itu kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu kapal sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin setelah berangkat pada Sabtu, 12 September 2026.

Hingga Senin, 14 September 2026 pukul 15.30 Wita, Basarnas mencatat 115 korban telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 109 korban selamat dan enam orang meninggal dunia. Dengan demikian, masih terdapat 128 orang yang belum ditemukan dari total 243 penumpang.

Sebanyak 86 korban dari total yang telah ditemukan telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Rinciannya, 85 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara itu, satu korban telah tiba di Lanud Syamsudin Noor dan 28 korban lainnya masih menjalani proses evakuasi dari lokasi kecelakaan menuju Pelabuhan Trisakti.

Dalam operasi pencarian, Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara yang terdiri atas 11 kapal, satu helikopter, serta tiga pesawat untuk mencari korban KM Virgo Transport 8.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan unsur laut yang dilibatkan mencakup kapal Basarnas dari Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar yang bergerak menuju lokasi kejadian. Selain itu, empat KRI TNI AL juga turut dikerahkan.

Untuk pencarian dari udara, operasi tersebut didukung pesawat Skadron 400 TNI AL Surabaya, satu helikopter Polri, pesawat CN-235 TNI AL, serta satu pesawat Karavan BNPB yang mulai diperbantukan dalam pencarian.

(Sumber: Antara)

TERKINI

Load More
x|close