Rekor Baru, Jumlah Warga Jepang Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu Jiwa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Sep 2026, 10:01
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Ilustrasi Jepang Ilustrasi Jepang (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Jumlah penduduk Jepang yang telah berusia 100 tahun atau lebih mencatat rekor baru. Untuk pertama kalinya, populasi centenarian di Negeri Sakura tersebut menembus angka 100 ribu orang.

Berdasarkan data per 1 September 2026, tercatat sebanyak 107.677 warga Jepang berusia 100 tahun ke atas. Jumlah itu bertambah 7.914 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Dilansir dari Kyodo, Rabu, 16 September 2026, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang menyebut kenaikan tersebut menjadi bagian dari tren pertumbuhan jumlah centenarian yang telah berlangsung selama 56 tahun secara berturut-turut.

Kelompok perempuan mendominasi jumlah warga Jepang berusia 100 tahun ke atas. Mereka mencapai 87,6 persen dari keseluruhan populasi centenarian di negara tersebut.

Selain mereka yang telah mencapai usia 100 tahun, sebanyak 54.294 warga Jepang diproyeksikan akan genap berusia satu abad sepanjang tahun fiskal 2026. Angka tersebut naik 1.984 orang dibandingkan periode sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk secara keseluruhan, Jepang saat ini memiliki rata-rata 87,51 orang berusia 100 tahun atau lebih untuk setiap 100 ribu penduduk.

Baca Juga: Keinginan Punya Anak Kaum Muda Jepang Merosot Tajam, Hasil Survei Tembus 30 Persen

Fuyo Kishimoto, perempuan berusia 114 tahun yang menetap di Kyoto, tercatat sebagai perempuan tertua di Jepang. Kishimoto lahir pada 20 Desember 1911.

Sementara itu, gelar pria tertua di Jepang diberikan kepada Hikaru Kato yang kini berusia 112 tahun dan tinggal di Kumamoto. Kato lahir pada 2 Mei 1914.

Pertumbuhan populasi centenarian di Jepang menunjukkan lonjakan yang signifikan dalam beberapa puluh tahun terakhir. Ketika pemerintah mulai melakukan pendataan warga berusia 100 tahun pada 1963, jumlahnya hanya mencapai 153 orang.

Populasi tersebut kemudian melewati angka 1.000 orang pada 1981. Jumlahnya kembali meningkat hingga lebih dari 10 ribu orang pada 1998 dan menembus 50 ribu pada 2012.

Arsip foto - Shigeko Kagawa memegang obor saat acara pawai obor untuk Olimpiade Tokyo di Yamatokooriyama, prefektur Nara, Jepang barat, Senin (12/4/2021). <b>(Antara)</b> Arsip foto - Shigeko Kagawa memegang obor saat acara pawai obor untuk Olimpiade Tokyo di Yamatokooriyama, prefektur Nara, Jepang barat, Senin (12/4/2021). (Antara)

Kini, jumlah warga Jepang yang berusia setidaknya satu abad telah mencapai lebih dari 107 ribu orang.

Meningkatnya jumlah centenarian tidak terlepas dari tingginya angka harapan hidup masyarakat Jepang. Pada 2025, perempuan Jepang memiliki rata-rata harapan hidup mencapai 87,33 tahun. Sementara itu, rata-rata harapan hidup laki-laki berada di angka 81,35 tahun.

Rekor terbaru tersebut sekaligus menggambarkan perubahan demografi yang semakin besar di Jepang. Selama beberapa dekade, negara tersebut terus menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia yang menjadi salah satu tantangan utama bagi struktur sosial dan kependudukan mereka.

x|close