Ntvnews.id, Jakarta - Kondisi pagar pembatas di lantai lima SMP Negeri 130 Jakarta, Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, mendapat sorotan dari sejumlah orang tua murid karena dinilai belum cukup aman bagi siswa.
Berdasarkan gambar yang diterima ANTARA, bagian pagar tersebut terlihat longgar karena pada sambungan dengan tembok hanya ditopang menggunakan sebilah besi. Kondisi itu dikhawatirkan dapat membahayakan siswa apabila terjadi benturan atau ada anak yang tidak sengaja bersandar pada pagar.
Salah satu orang tua murid, Bedah, mengatakan dirinya merasa khawatir dengan kondisi pagar tersebut karena berada di lantai lima dan berpotensi menyebabkan siswa terjatuh.
“Agak khawatir lah anak kita nanti ya, bisa jatuh,” kata Bedah saat ditemui di kawasan SMP 130 Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
Ia berharap pihak sekolah maupun pengelola bangunan segera memperbaiki bagian pagar yang dinilai belum aman agar orang tua tidak khawatir ketika anak-anak menjalani kegiatan belajar.
“Diperbaiki aja biar lebih aman," katanya.
Baca Juga: Duh! Siswa SMP Negeri 34 Padang Tak Bisa Masuk, Pagar Sekolah Disegel Warga
Orang tua murid lainnya, Santi, juga menilai kondisi sekolah secara umum sudah mengalami perbaikan setelah direnovasi. Menurutnya, lingkungan sekolah kini terlihat lebih bersih dan nyaman, meski masih ada sejumlah bagian yang perlu diperbaiki.
“Kondisinya selama dibangun ini memang lebih baik lagi dan kelihatannya juga bersih lingkungannya. Cuma tinggal sebagian aja yang belum diperbaiki,” kata Santi.
Ia berharap kerusakan yang masih tersisa dapat segera diperbaiki sehingga fasilitas sekolah semakin nyaman digunakan oleh para siswa.
“Kalau bisa diperbaiki yang agak rusak-rusak sedikit, biar anak-anak nyaman belajarnya di situ,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Kevin Wu turut menyoroti kondisi pagar tersebut. Ia mengapresiasi sejumlah perbaikan yang telah dilakukan di sekolah, termasuk pemasangan pengaman pada bagian jendela, tetapi menilai kekuatan konstruksi pagar lantai lima masih perlu diperhatikan.
“Yang lebih saya soroti adalah kekuatan penahan dari bagian besi hollow ini. Ini seperti di awal saya sudah sampaikan, ini berisiko tinggi. Karena satu, ketinggiannya. Yang kedua, kekuatannya,” kata Kevin.
Baca Juga: Siswa SMPN 2 Ngamprah Bandung Barat Patungan Perbaiki Ruang Kelas yang Rusak
Menurut Kevin, masih terdapat bagian sambungan pagar yang belum kokoh. Saat melakukan pemeriksaan, ia mengatakan pagar tersebut masih dapat digerakkan.
“Ini contoh ya, ini ternyata juga masih belum diperbaiki, cuma ada satu ikatan. Yang lain kita mau buka, dilem di ujungnya. Jadi bagi saya ini cuma kosmetik saja,” ujarnya.
Ia menilai kondisi itu menjadi perhatian serius karena pagar berada di lantai lima dan berdekatan dengan area yang digunakan siswa. Risiko dapat muncul ketika siswa bermain atau bercanda dan tanpa sengaja mendorong maupun membentur pagar.
“Kalau anak-anak sekolah yang sedang bermain, bergurau, ini enggak sengaja terdorong, ini akan sangat berisiko,” tutur Kevin.
Karena itu, Kevin meminta pengelola pembangunan tidak hanya memperhatikan tampilan fasilitas, tetapi juga memastikan kekuatan konstruksi pengaman sebelum fasilitas sekolah digunakan sepenuhnya.
“Jangan hanya mempercantik tetapi tidak memperbaiki esensi dari yang kita minta. Saya pengen kekuatannya juga ditambah sebelum ini benar-benar diaktifkan,” tandasnya.
Baca Juga: Tak Bisa Coding, Siswi SMP Raup Rp45 Juta dari Aplikasi AI
Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun pengelola bangunan. Saat sekolah didatangi pada Kamis sekitar pukul 10.30 WIB, Kepala Sekolah SMP 130 Jakarta disebut sedang tidak berada di lokasi.
(Sumber: Antara)
Kondisi pagar pembatas lantai lima SMP Negeri 130 Jakarta di Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, yang dinilai belum memberikan jaminan keamanan bagi para siswa (Antara)